Rapat Badan Anggaran DPRD Kalteng bersama TAPD Pemprov Kalteng. Rapat dipimpin Wakil Ketua Jimmy Carter dan TPAD dihadiri Sekda Fahrizal Fitri dan sejumlah kepala SOPD. (FOTO : IST)


PALANGKA RAYA- Tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kalteng, menjadi perhatian DPRD Kalteng. Paslanya Silpa sampai saat ini ternyata diangka Rp 600 Miliar lebih.

Itu terungkap saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalteng bersama Tim Anggaran Pemerinrah Daerah (TAPD) Provinsi Kalteng. Dewan pun menpertanyakan kinerja satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dalam penyerapan anggaran.

"Kita mempertanyaian besarnya dana Silpa Pemprov Kalteng, yang sekitar Rp 600 M. Kita melihat Silpa terlalu besar, sehingga kita ingin ada evaluasi terkait kinerja SOPD," kata anggota DPRD Kalteng Henry.

Dia mengatakan, seharusnya Silpa berbanding lurus dengan penyerapan anggaran, bukan Silpa begitu besar. Dan bahkan sangat besar. 

"Kita mempertanyakan ini, karena untuk perbaikan kinerja SOPD dalam penyerapan anggaran. Kita tidak ingin adanya pembangunan yang tidak bergerak dengan baik, karena Silpa terlalu besar," ucapnya.

Menurut Anggota Fraksi Partai Nasdem ini, besarnya Silpa besar pada umumnya karena perencanaan yang kurang matang. "Kita ingin tahu SOPD mana Silpa paling besar. Ini untuk evaluasi bersama dan dalam tanggung jawab kami di Banggar dalam penggaran. Sebab, tidak mungkin memaksa memberikan anggaran besar kepada satu SOPD dengab tingkat serapan anggaran yang rendah. Ini supaya kita bisa mengukur kinerja SOPD, untuk perbaikan kedepan," ujar Wakil Rakyat Dapil IV wilayah Barito tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Nuryakin mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan terkait penyerapan anggaram SOPD yang rendah. Dan juga terkait besarnya Silpa APBD Kalteng tersebut.

"Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Dan harapan kedepannya lebih baik. Kita akan melakukan perbaikan," pungkasnya. 

1 2

Editor :dar
Reporter : arj

You Might Also Like