Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin (tengah) bersama Wakil Wali Kota Hj. Umi Mastikah serta unsur FKPD memeriksa kesiapan personel dan peralatan karhutla di Halaman Kantor Wali Kota, Senin (13/7). (Foto : Edy/Kaltengpos.co)


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO - Sebagai bentuk dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Cantik Palangka Raya, harus diiringi dengan dukungan masyarakat, yaitu dengan bisa menjaga lingkungan sekitar.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.  Dia mengatakan semua pihak termasuk elemen masyarakat diharapkan untuk menjaga lingkungan di musim kemarau.

Dikatakannya, disamping itu bahwa masyarakat juga perlu diberikan pendampingan baik dari Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, TNI/Polri hingga relawan dan dunia usaha lainnya tentang bagaimana mengelola hutan dalam disaat musim kemarau.

"Untuk itu Pemerintah, TNI/Polri, tokoh masyarakat, relawan dan dunia usaha dalam gerakan ini diharapakan dapat memberi pendampingan kepada masyarakat tentang bagaimana mengelola hutan dan lahan pada saat musim kemarau," kata Fairid Naparin, Senin (13/7).

Tentunya hal tersebut adalah untuk mencegah, serta memberikan pemahaman kesiapsiagaan kepada masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Dia menambahkan, sehubungan dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Palangka Raya nomor : 188.45/167/2020 tentang pembentukan Tim Satuan Tugas  (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan Kota Palangka Raya tahun 2020.

"Maka diminta kepada seluruh aparatur pemerintah Kota Palangka Raya, TNI/Polri dan pelaku usaha serta seluruh lapisan elemen masyarakat untuk menjaga linkungan dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. 

1 2

Editor :hen
Reporter : ais

You Might Also Like