Ilustrasi. (foto: net)


KALTENGPOS.CO - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyatakan, bahwa AS tengah menimbang untuk memutuskan melarang aplikasi media sosial dari Cina. Salah satunya adalah TikTok.

“Saya tidak ingin mendahului Presiden (Donald Trump), tetapi itu salah satu yang tengah kami selidiki,” kata Pompeo dalam wawancara dengan Fox News, Selasa (7/7) malam waktu setempat.

Anggota parlemen AS telah meningkatkan kekhawatiran keamanan nasional atas penanganan data pengguna TikTok. Mereka khawatir tentang undang-undang Cina yang mewajibkan perusahaan domestik untuk mendukung dan bekerja sama dengan tugas intelijen Cina.

Pernyataan Pompeo datang di tengah meningkatnya ketegangan AS-Cina terkait penanganan wabah virus korona tipe baru atau Covid-19, tindakan Cina di Hong Kong, dan perang dagang hampir dua tahun terakhir.

Meski kreasi Cina, aplikasi TikTok telah berusaha menunjukkan diri sebagai aplikasi global dan tidak terikat pada Cina.

Juru bicara Tiktok mengatakan, akan keluar dari pasar Hong Kong dalam waktu beberapa hari, Senin (6/7) malam. Keputusan itu diambil dari pertimbangan perusahaan teknologi lain, termasuk Facebook Inc, telah menangguhkan respons atas pemerintah Hong Kong yang meminta data pengguna di kota tersebut.

“Mengingat peristiwa baru-baru ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi Tiktok di Hong Kong,” kata juru bicara Tiktok dalam menanggapi pertanyaan Reuters tentang komitmennya terhadap pasar.

1 2

Editor : nto
Reporter : der/fin/kpc

You Might Also Like