Ilustrasi. (foto: net)


KALTENGPOS.CO - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengatakan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan diadopsi untuk diterapkan pada sistem pendidikan di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun sebelumnya mengatakan untuk mendorong itu semua, kondisi seperti ini merupakan kesempatan untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software serta aplikasi.

Menanggapi hal itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan bahwa hal itu sudah biasa di era serba teknologi seperti sekarang ini.

“Sekarang sudah biasa menjalankan aktivitas secara daring, negara lain itu sudah biasa, kita aja yang ketinggalan,” terang dia kepada JawaPos.com, Selasa (7/7).

Dia juga beranggapan sama seperti Mendikbud, di mana Covid-19 juga membawa dampak positif bagi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di Indonesia. Namun, perlu ada perhatian lebih terhadap beberapa wilayah yang masih belum terjangkau teknologi.

“Harusnya (Covid bisa buat percepatan penggunaan teknologi), yang diurusin malah yang 6 persen, yang zona hijau, kan diatur tuh kapan masuknya, terus peralatan, itu lengkap semua, tapi kenapa yang 94 persen ngga diurusin, gimana cara tambah akses, gimana bantu guru, orang tua, mendidik anak,” tutur dia.

Seperti diketahui, Nadiem sebelumnya mengungkapkan bahwa akan ada perubahan struktural terkait sistem pendidikan di Indonesia. Di mana pascapandemi nanti, para peserta didik mayoritas akan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Sistem pendidikan kita pembelajaran jarak jauh. Ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model, adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi (karena sudah terbiasa),” jelas dia di Gedung DPR, Kamis (2/7).

1 2

Editor : nto
Reporter : jpc/kpc

You Might Also Like