Rusunawa di Desa Jaar yang diproyeksikan sebagai tempat isolasi Covid - 19 di Kabupaten Bartim, kemarin. (LOGMAN KALTENG POS)


TAMIANG LAYANG-Warga Jaar, Kecamatan Dusun Timur di Kabupaten Bartim menolak keras rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Selain karena ketakutan, lahan dalam pembangunan dinilai bermasalah.

Tokoh Masyarakat, Hengky A Garu (57) mengatakan, penolakan warga itu juga disampaikan sebagai bentuk protes. Lantaran, menurut dia, sesuai janji pemerintah daerah bahwa di wilayah itu akan di bangun kawasan perkantoran.

“Setelah dihibahkan ternyata tidak terealisasikan malah banyak lahan ditelantarkan,” sebut Hengky, kepada sejumlah wartawan, Kamis (2/7).

Menurut dia, masyarakat menolak keras dan menyampaikan aspirasi tersebut kepadanya selaku tetua. Sehingga, ujar dia, alasannya sangat mendasar dan diperlukan kejelasan kemudian.

Hengky menjelaskan, status tanah atau lahan masih milik warga dan beberapa waktu silam hibah tanah dibatalkan sebelum dibangun rusunawa melihat perkembangan. "Selaku ahli waris menolak tanpa ada kejelasan. Dan bukan maksud untuk menghalangi pemerintah menangani bencana tetapi kami merasa tidak dianggap," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Ampera AY Mebas mengatakan, penolakan warga Desa Jaar terhadap rusunawa dijadikan lokasi isolasi pasien Covid - 19 itu telah dirapatkan. Menurut dia, rusunawa adalah alternatif pertama karena presentatif.

"Rusunawa itu ideal dan efektif untuk isolasi, jadi mohon pengertiaannya lah karena ini adalah bencana," ucap bupati.

1 2

Editor :dar
Reporter : log/ala

You Might Also Like


Lowongan kerja Kalimantan Tengah, Jooble
jooble