Sebagian pedagang yang biasa berjualan di Jalan Seram telah dipindahkan ke badan Jalan A. Yani, tadi malam (1/6). (FOTO : AGUS PECE/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Meski bisa dibilang sudah terlambat, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya akhirnya mengambil langkah-langkah untuk memutus persebaran Covid-19 di Pasar Besar yang menjadi klaster baru transmisi lokal. Penataan jarak antarpedagang yang berada di Jalan Seram dan rekayasa lalu lintas mulai dilakukan.

Di tempat yang sama, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi T Jaladri mengatakan, sejak kemarin pihaknya sudah mulai uji coba pengalihan arus atau rekayasa lalu lintas. Pengendara dari arah Jalan A Yani yang ingin ke pasar dialihkan ke Jalan Irian. Begitu pula dengan kendaraan yang datang dari arah Jalan dr Murjani dan ingin masuk ke pasar, dialihkan melalui Jalan Irian.

"Kami akan memberlakukan jalan masuk satu arah, yakni lewat Jalan Irian, karena di jalan tersebut terdapat pos penjagaan yang bisa memantau dan mengatur keluar masuknya kendaraan," ucapnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan langkah persiapan menuju new normal. Namun, tujuan utama adalah melakukan pengaturan terhadap para pedagang di Pasar Besar. Sesuai amanat Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, para pedagang yang berjualan di Jalan Seram saat pasar malam atau pasar subuh, sebagian dialihkan ke Jalan A Yani, sesuai petak-petak yang sudah dibuat.

Hal ini bertujuan agar pedagang dan pembeli tidak bergerombol di satu tempat. "Pemberlakuan rekayasa lalu lintas dan penataan pasar ini dilakukan sampai tidak adanya lagi transmisi lokal persebaran Covid-19 atau sampai kondisi pasar normal kembali," bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Palangka Raya, Rawang menyatakan, pihaknya selaku instansi teknis hanya berwenang untuk melakukan penataan tempat berdagang. Tidak berhak melarang penjual berdagang. Bila ada pedagang yang tak mau ditata oleh petugas, maka akan diberi teguran.

"Penataan pasar ini bukan untuk pedagang, bukan juga untuk kami Pemko Palangka Raya, tapi untuk keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bersama, untuk kita semua yang ingin berbelanja di pasar," tutur Rawang.

Ada 44 lapak yang ditandai dengan cat warna putih di badan Jalan A Yani, mulai dari pertigaan Jalan Irian sampai depan Pasar Blauran. Menurut Pengurus Pedagang Jalan Seram, H Saipul, ada 170 pedagang yang berada di bawah komandonya. Sebagian pedagang nanti akan dialihkan ke badan jalan. Menurutnya, 44 lapak yang disediakan itu cukup untuk saat ini. Apalagi sebagian pedagang memilih untuk tidak berjualan saat ini.

“Insyaallah para pedagang mau untuk digeser,” katanya.

Pada sisi lain, rekayasa lalu lintas yang dilakukan kepolisian mendapat protes dari para juru parkir (jukir). Beredar video salah satu jukir yang keberatan dengan penerapan itu. Pasalnya, lahan parkir yang ada di sekitar Pasar Blauran terkena imbas. Jukir itu memaki-maki petugas yang berada di pos check point Jalan Irian. Pihak berwenang sudah memutuskan bahwa hanya Jalan Darmosugondo dan Jalan Irian yang boleh digunakan untuk lokasi parkir. Jalan Halmahera tidak digunakan lagi untuk lokasi parkir. Padahal, selama ini lokasi itu menjadi tempat parkir bagi para pembeli sebelum memasuki pasar untuk berbelanja.

Kadishub Kota Palangka Raya Alman P Pakpahan, saat dikonfirmasi terkait lahan parkir mengatakan, persoalan mengenai lahan parkir yang terkena imbas rekayasa lalu lintas, sejauh ini belum ada titik temu.

“Masih dibahas. Sementara saya belum bisa memberi komentar,” ucapnya singkat. 

1 2

Editor :dar
Reporter : ahm/oiq/sja/ram

You Might Also Like