Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK mengatakan KPK akan mengembangkan perkara PAW anggota DPR Fraksi PDIP meski Harun Masiku belum ditemukan (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim masih terus memburu mantan calon legislatif PDI Perjuangan Harun Masiku yang menjadi buronan atas kasus suap permohonan PAW anggota DPR RI Fraksi PDIP. Harun yang disangka sebagai pemberi suap kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan itu lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8 Januari 2020 lalu.

Sudah lebih dari empat bulan Harun menjadi buronan. KPK sendiri mengatakan masih terus memburu Harun meski belum juga menemukan titik terang.

“KPK bersama Polri tentu akan terus mencari keberadaan tersangka HAR (Harun Masiku), sekalipun belum berhasil menemukan keberadaan yang bersangkutan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Senin (1/6).

Bahkan, sempat muncul opini kalau Harun Masiku telah meninggal karena KPK tak mampu menemukannya. Opini tersebut sebagai kritik dari elemen masyarakat agar KPK menemukan Harun.

Meski Harun Masiku belum juga ditemukan, KPK akan mengembangkan perkara tersebut. Pasalnya, pada Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, majelis hakim telah menjatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan pidana penjara terhadap kader PDIP, Saeful Bahri.

Majelis hakim menyatakan Saeful Bahri terbukti bersama-sama Harun Masiku menyuap Wahyu Setiawan melalui mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina. Sementara, Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio saat ini masih menjalani proses persidangan.

Ali menuturkan, putusan Saeful Bahri menjadi alat bukti yang memperkuat sangkaan terhadap Harun Masiku. KPK berharap putusan terhadap Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio akan memperkuat konstruksi perkara tersebut.

“KPK masih menunggu pula proses persidangan terdakwa WS (Wahyu Setiawan) dan ATF (Agustiani Tio Fridelina) dengan harapan bahwa akhir putusan akan terbukti pula keduanya adalah sebagai penerima suap dalam perkara tersebut,” tukas Ali.


1 2

Editor :Edy Pramana
Reporter : Muhammad Ridwan

You Might Also Like