AKBP Manang Soebeti SIk


KUALA KAPUAS - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Kapuas yang akan mulai 1 hingga 15 Juni 2020, lebih mengedepankan edukasi, dan humanis terhadap masyarakat, karena dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal tersebut disampaikan Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti, SIk.

Menurut Kapolres Kapuas, PSBB merupakan sarana pemerintah untuk mengedukasi masyarakat berkaitan dengan arti penting kesehatan, bagaimana menjaga diri, jaga jarak fisik, dan penggunaan masker dan sebagainya.

"PSBB humanis demi keselamatan, kesehatan dan kemanusiaan ini dikedepankan," ucap AKBP Manang Soebeti, Jumat (29/5).

Penerapan PSBB, lanjutnya, bukan harus tentang penindakan, tapi keikutsertaan masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah dengan ikuti protokol kesehatan, sehingga penularan covid-19 bisa ditekan bersama-sama.

"Saya lihat masyarakat masih setengah-setengah, seperti di pasar tidak makai masker, tidak jaga jarak, dan berdesak-desakan," tegasnya.

Perwira menengah ini, mengakui diberlakukannya PSBB di Kapuas mulai 1 - 15 Juni 2020 bisa memperketat protokol kesehatan, tapi tetap secara humanis dengan masyarakat disadarkan, bahwa hal itu penting.

"Setelah PSBB selesai, kita kembali ke kehidupan yang normal tentunya protokol kesehatan, sudah ada di dalam mindset masyarakat semua," jelasnya.

Terkait jalur perbatasan, kata Kapolres, nantinya akan personil Polres Kapuas akan ditambah, agar benar-benar ada pembatasan mobilisasi orang selama PSBB.

"Kita batasi betul pergerakan orang, kecuali distribusi logistik harus tetap lancar, tapi tetap perhatikan protokol kesehatan," pungkasnya.

1 2

Editor :dar
Reporter : alh

You Might Also Like