Petugas medis melakukan rapid test terhadap salah seorang warga. Rapid test yang dilakukan merupakan upaya pencegahan sekaligus memutus rantai penularan Covid-19.(AGUS PRAMONO/KALTENG)


PEMERIKSAAN rapid test massal yang diinisiasi Polda Kalteng bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, serta Korem 102/Pjg pada Rabu (27/5), dilaksanakan di kawasan Pasar Danau Mare, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kapuas. Apalagi saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Kapuas terus meningkat.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, pejabat utama Polda Kalteng, Bupati Kapuas Ir. Ben Brahim S Bahat, Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti, Dandim 1011/Klk Letkol Inf Ary Bayu Saputro, dan Wakil Ketua I DPRD Kapuas Yohanes.

Lebih dari 400 warga Kabupaten Kapuas, khususnya yang tinggal di sekitar pasar, sangat antusias mengikuti rapid test massal tersebut.

"Ada 402 warga yang di-rapid test. Hasilnya, 399 nonreaktif dan 3 reaktif. Ini membuktikan ada transmisi lokal di Kapuas," ungkap Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas Panahatan Sinaga, di media center posko induk, kemarin.

Sinaga membeberkan, tiga warga reaktif tersebut, dua berasal dari Kecamatan Selat dan satu dari Kecamatan Kapuas Barat. Bahkan satu di antara tiga orang ini pernah berinteraksi dengan klaster Gowa. Karena itu, tim gugus tugas berencana melakukan tracking terhadap tiga warga tersebut. "Akan kami telusuri, terutama keluarga dekat dan siapa saja yang berinteraksi dengan ketiga orang ini," jelasnya.

Sinaga juga mengakui adanya keluhan dari pemerintah kecamatan di wilayah Kapuas Ngaju (Kapuas Tengah, Timpah, Kapuas Hulu, Pasak Talawang, dan Mandau Talawang) yang terkendala saat melintasi Kota Palangka Raya. Untuk menangani persoalan ini, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kapuas telah mengeluarkan surat kedinasan untuk mempermudah.

"Tentu adanya surat itu dapat berguna ketika melintas, karena roda pemerintahan harus berjalan, tidak boleh terkendala," pungkasnya.

Sementara, Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti menjelaskan, rapid test massal yang dilakukan ini diinisiasi oleh Polda Kalteng bersama Muspida Provinsi Kalteng. Kapuas menjadi salah satu wilayah sasarna pelaksanaan.

"Dikarenakan saat ini Kapuas menduduki peringkat kedua kasus positif Covid-19 dan tingkat kematian tertinggi di Kalteng," ucap AKBP Manang.

Perwira menengah lulusan Akpol 2001 ini menambahkan, tujuan rapid test massal ini yakni untuk mendeteksi dini penyebaran dan penularan Covid-19 di wilayah Kapuas.

“Di samping itu, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kapuas untuk menjaga kesehatan dan mematuhi protokol Covid-19,” tegasnya. 

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kapuas Yohanes menyambut positif adanya rapid test massal tersebut. Ia menilai hal itu sebagai langkah antisipatif agar Covid-19 tak semakin meluas di wilayah Kapuas. “Diharapkan ada langkah deteksi dini malalui rapid test ini. Tentu mereka yang reaktif akan langsung ditindaklanjuti,” ucapnya. 

1 2

Editor :dar
Reporter : alh/ala

You Might Also Like