Ketua DPRD Kalteng, Wiyatno


PALANGKA RAYA-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng Wiyatno meminta kepada tim gugus tugas untuk memantau arus balik pascalebaran, meski pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah selesai dan tidak diperpanjang. Pengawasan kendaraan yang ingin masuk ke Kalteng khususnya Kota Palangka Raya harus diperketat.

“Namanya manusia diciptakan memiliki akal, dengan begitu berbagai cara tentunya akan dia lakukan agar apa yang dikehendakinya bisa terpenuhi, seperti halnya menerobos masuk ke wilayah Kota Palangka Raya. Untuk itu saya meminta agar pengawasan kepada warga yang datang agar diperketat kembali,” kata Wiyatno, Selasa (26/5).

Selain itu, lanjutnya, tim juga harus lebih teliti dan mewaspadai warga yang datang dari arah Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Pasalnya di Kalsel sudah terdapat 601 orang yang positif terpapar Covid-19, kemudian 462 orang sedang menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di wilayah Kalsel. Bahkan 61 pasien positif Covid-19 telah meninggal dunia di Bumi Lambung Mangkurat tersebut.

“Update Covid-19 tersebut harus dijadikan pegangan, baik oleh Tim Gugus yang bertugas maupun masyarakat. Pentingnya update ini diketahui oleh masyarakat, karena tidak sedikit warga Kalsel yang menetap di Kalteng. Sehingga masyarakat dapat berpikir betapa bahayanya apabila tetap memiliki keinginan untuk melaksanakan mudik atau pulang kampung di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” jelas Wiyatno.

Selebihnya wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) V Kalteng, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini mengimbau kepada masyarakat agar menghargai rekan-rekan yang sedang menjalani tugas di lapangan sebagai garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19. Saling bersinergi agar semua dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan seperti yang diharapkan.

“Masyarakat melakukan physical distancing pun sudah sangat membantu pemerintah dalam menangani Covid-19, tetap berada di rumah dan selalu gunakan masker saat keluar rumah. Dan yang terpenting, apabila PSBB tidak diperpanjang masyarakat harus membiasakan terus mematuhi aturan-aturan selaman penerapan PSBB, dengan begitu kita berharap agar semakin kecil kemungkinan orang yang terpapar Covid-19,” tutup Wiyatno.

1 2

Editor : nto
Reporter : pra/uni

You Might Also Like