Wakil Wali Kota Palangka Raya, Hj Umi Mastikah menyampaikan PSBB yang akan berakhir pada 24 Mei 2020 diputuskan tidak akan diperpanjang.


PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya memutuskan tidak memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB)  yang akan resmi berakhir pada 24 Mei. PSBB di Kota Cantik ini telah diterapkan sejak 11 Mei lalu.

“Hal ini sesuai petunjuk dari bapak Wali Kota Palangka Raya bahwa penerapan PSBB tidak di perpanjang,” kata Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah, Jumat (22/5/2020).

Namun, berakhirnya PSBB merupakan perjuangan awal pihaknya untuk melanjutkan program yang ada sebelumnya. Yaitu program Pembatasan Skala Kelurahan Humanis (PSKH) yang bertujuan pembatasan terfokus di kelurahan sehingga bisa fokus pada pencegahan penyebaran di zona merah Kelurahan.

Dijelaskan Umi, diputuskannya tidak memperpanjang PSBB tersebut setelah melalui evaluasi dan berbagai pertimbangan. Di antaranya seperti pusat penyebaran/penularan Covid-19 yang lebih terfokus di wilayah-wilayah tertentu. "Selama PSBB ini kita menemukan bahwa penyebaran COVID-19 ini justu terjadi di satu wilayah yang banyak terjadi mobilitas, salah satunya seperti di Pasar Besar," katanya

Karena itu imbuh dia, selanjutnya penanganan akan lebih difokuskan pada upaya menekan potensi-potensi penyebaran, khususnya pada wilayah-wilayah yang menjadi pusat pergerakan masyarakat seperti kawsan pasar, kelurahan zona merah dan posko lintas batas wilayah.

1

Editor : nto
Reporter : ahm/ard