Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo didampingi jajarannya saat video conference dengan Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Alue Dohong, Senin (18/5) lalu. (Foto: Diskominfo Pulpis)


PULANG PISAU - Kementerian Lingkungan Hidup RI menggelar video conference (vicon). Kegiatan yang dipimpin Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI Dr Alue Dohong, Senin (18/5), dalam rangka koordinasi dan konsultasi pembahasan kaji cepat kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) pengembangan sawah di Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam kegiatan itu, Pemerintah Provinsi Kalteng diwakili Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan H Nurul Edy, Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo dan sejumlah kepala daerah kabupaten/kota di Kalteng.

Alue Dohong mengungkapkan, tujuan dari kaji cepat KLHS yaitu mewujudkan penghidupan masyarakat berbasis ketahanan pangan yang berkelanjutan di sekitar wilayah lahan gambut Kalteng.

Selanjutnya, strategi perlindungan lingkungan dalam rangka menjamin keberlangsungan proses dan fungsi lingkungan hidup, produktivitas lingkungan dan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

Ada lima tahapan dalam melaksanakan kaji cepat KLHS. Yakni; menentukan fokus wilayah kebijakan rencana program (KRP) dan batas fungsional KLHS. Menentukan kebijakan, rencana dan program yang berpengaruh terhadap kondisi lingkungan hidup.

Memetakan dan menentukan isu lingkungan hidup prioritas. Merumuskan rekomendasi dan strategi kebijakan LHK dan implementasi dan monev strategi kebijakan LHK. “Saya harapkan target kaji cepat ini akan selesai selama tiga minggu ke depan sesuai dengan keinginan dari Presiden RI Joko Widodo,” kata Alue Dohong.

Sementara itu, Bupati H Edy PRatowo mengungkapkan, Kabupaten Pulang Pisau sebagai salah satu daerah penyandang pangan bagi Kalteng. “Khususnya padi organik,” kata Edy.

Karena hal itu pula, kata Edy, Kabupaten Pulang Pisau akan berperan lebih banyak terkait dengan pengembangan lahan pertanian dalam arti luas tanaman pangan di Kalteng.

Untuk luasan lahan yang berpotensi untuk pertanian di Kabupaten Pulang Pisau mencapai 136 ribu hektare. “Dari luasan tersebut, tanaman yang ada adalah padi, jagung, semangka, sayur mayur, kedelai, kopi dan tanaman lainnya,” ujarnya.

Bupati berharap, dengan adanya kaji cepat KLHS bisa memberikan gambaran bagaimana potensi yang ada di Kabupaten Pulang Pisau untuk ketahanan pangan serta nantinya dalam proses pengembangan lahan.

“Agar dipikirkan bagaimana mengembangkan lokasi-lokasi di kawasan hutan, karena mengingat lahan kita ada yang masuk dalam kawasan tersebut,” tandasnya.

1 2

Editor : nto
Reporter : art/ens

You Might Also Like