dr Robertus Pamuryanto


KASONGAN – Upaya memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Katingan terus dilakukan pemerintah daerah setempat. Bagi warga yang menyandang status orang dalam pemantauan (ODP), tidak diperbolehkan untuk keluarga rumah, termasuk keluarganya.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, dr Robertus Pamuryanto kepada Kalteng Pos lewat telepon selulernya, Minggu (29/3).

Menurut Robertus, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama dalam status ODP, akan dibantu sembako yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga kebutuhan hidupnya selama berstatus ODP tetap terpenuhi dan tidak terganggu.

“Sebab mereka selama status ODP inikan tidak bisa bekerja cari uang. Mereka harus berdiam diri di rumah. Oleh sebab itu, kita bekerja sama dengan Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya, memberikan bantuan sembako. Kemarin sebagian sudah kita salurkan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat ini, di Palangka Raya orang yang positif corona terus meningkat. Berdasarkan data terbaru, dari enam orang bertambah tujuh orang yang positif corona. Mengingat jarak antara Katingan dengan Palangka Raya sangat dekat, sekda menegaskan kepada seluruh warga Katingan untuk tetap di rumah saja.

“Tidak enak menjadi orang yang berstatus ODP. Sebab benar-benar dilarang keras untuk keluar. Bahkan jika perlu dibentak jika mereka tetap mau keluar. Lebih baik kita menjaga diri, dan berdiam diri di rumah saja. Ikuti dan patuhi segala imbauan pemerintah, agar virus ini bisa segera berakhir,” katanya.

Sementara jumlah ODP di Katingan terus meningkat. Berdasarkan data Minggu (29/3), jumlah ODP 20 orang di Katingan. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) satu orang yang kini sudah ditangani di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

“PDP ini yang dirujuk pada tanggal 19 Maret lalu. Untuk saat ini masih menunggu hasil tes. Namun untuk perkembangannya, infonya sudah membaik. Tapi ini tidak positif,” akuinya.

1 2

Editor : nto
Reporter : eri/ens

You Might Also Like