ILUSTRASI/NET


VIRUS Korona jenis baru rentan menular pada orang dengan imun tubuh yang rendah. Para ahli medis mengatakan, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Dan ternyata tak hanya lansia, perokok juga rentan memiliki imun tubuh yang rendah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perokok lebih rentan terhadap Covid-19. Ini karena ketika perokok menyentuh mulut mereka dengan jari-jari yang terkontaminasi, virus bersentuhan dengan mulut dan masuk ke dalam tubuh. Juga, ketika mereka berbagi rokok, itu memfasilitasi transmisi Coronavirus kepada orang lain seperti dilansir dari Boldsky, Minggu (29/3).

Selain itu, orang yang merokok sudah memiliki paru-paru atau sistem pernapasan yang terganggu. Itu karena partikel berbahaya dari tembakau, bergerak jauh ke dalam saluran pernapasan dan diendapkan ke alveoli paru-paru. Endapan racun atau karsinogen meningkatkan risiko kanker di paru-paru termasuk mulut.

Covid-19 adalah penyakit yang memengaruhi sistem pernapasan seseorang dan menyebabkan masalah pernapasan ringan hingga berat seperti sesak napas, batuk, dan radang paru-paru. Para ahli medis mengatakan bahwa ketika Coronavirus memasuki saluran pernapasan, bisa menyebabkan peradangan pada saluran udara, diikuti oleh iritasi pada lapisan saluran udara.

Sehingga membuat seseorang menjadi batuk yang menetap dan sesak napas. Jika kondisinya berkembang, virus mencapai alveoli atau kantung udara dan akan menginfeksi. Karena infeksi terjadi pada alveoli. Kondisi radang ini biasanya dalam bentuk cairan. Kondisi ini menyebabkan pneumonia, karena tubuh tidak dapat menerima oksigen yang cukup.

Kekhawatiran utama adalah bahwa perokok sudah memiliki paru-paru yang terganggu. Menurut sebuah penelitian, sekitar setengah dari orang dewasa yang memiliki penyakit pneumokokus adalah perokok. Juga, ada peningkatan risiko 51 persen penyakit pneumokokus pada orang yang merokok, 17 persen pada orang yang perokok pasif, serta 14 persen pada orang dengan penyakit kronis.

Mencontoh penyakit pernapasan di Timur Tengah (MERS-CoV) yang terjadi pada tahun 2012, perokok dan orang dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) terinfeksi lebih cepat, dibandingkan dengan orang sehat atau orang yang melakukan tidak merokok. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Infectious Diseases mengatakan, orang merokok telah meningkatkan kadar protein yang disebut Dipeptidyl peptidase-4 (DPP4). Hal ini membuat sel paru-paru lebih rentan terkena infeksi oleh Voronavirus MERS.

Ada banyak jenis perokok seperti perokok berantai, perokok sesekali dan perokok pasif. Namun, ironisnya mereka semua sama-sama rentan terhadap virus Korona atau penyakit pernapasan. Ini karena paru-paru mereka sudah terkena karsinogen atau racun.

1 2

Editor :dar
Reporter : jpc

You Might Also Like