Ilustrasi. (foto: net)


JUMLAH penderita virus Korona di dunia sudah lebih dari setengah juta populasi dunia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan pedoman tentang mempersiapkan individu untuk menghadapi ancaman kesehatan masyarakat tersebut.

Mewabahnya Covid-19 itu membuat masyarakat panik. Apalagi jika ada anggota keluarganya terpapar gejala virus tersebut. Lantas, bagaimana perbedaan penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) dengan seseorang yang sudah dinyatakan positif?

Untuk pasien covid-19 dengan gejala ringan tidak harus dirawat di rumah sakit, kecuali kesehatan pasien memburuk. Pasien dengan penyakit ringan dapat dirawat di rumah sendiri. WHO menyarankan pasien dengan gejala ringan bisa dirawat di rumah. Umumnya pasien kriteria ini tidak disertai dengan penyakit lainnya. Seperti gagal ginjal, penyakit paru-paru atau jantung

Dilansir dari Boldsky, Minggu (29/3), berikut beberapa pertanyaan terkait penanganan pasien virus korona yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

1. Jika terpapar Covid-19, apa yang harus dilakukan?

Jika sakit Covid-19, pantau semua gejalanya. Anda harus memeriksa suhu tubuh setiap hari. Segera mencari bantuan medis, jika penyakit memburuk.

2. Apa yang harus dilakukan jika tinggal bersama orang terjangkit Covid-19?

Bersihkan semua permukaan yang disentuh, seperti gagang pintu, meja, telepon, toilet, perlengkapan kamar mandi, tablet, keyboard, dan meja samping tempat tidur setiap hari. Bersihkan permukaan yang mungkin memiliki cairan tubuh atau darah di atasnya. Cuci pakaian sampai bersih.

3. Bagaimana cara saya merawat orang yang sakit Covid-19?

Jika Anda merawat seseorang yang dicurigai atau terpapar Coronavirus, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Upayakan tubuh tidak sakit dan pastikan rumah terbebas dari kuman.

Orang yang sakit harus diisolasi di rumah. Simpan pasien di ruangan yang berventilasi baik. Batasi pergerakan pasien di rumah dan minimalkan ruang bersama.

Bersihkan pakaian pasien, sprei, handuk tangan, mandi dengan sabun cuci atau deterjen, dan keringkan sampai bersih. Gunakan tempat tidur yang bersih untuk pasien.

Peralatan makan pasien harus dibersihkan dengan sabun dan air setelah digunakan. Masker medis harus diberikan kepada pasien untuk mengandung sekresi pernapasan. Itu harus dipakai setiap hari dan dibuang.

Jika pasien tidak dapat memakai masker medis, gunakan sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung. Setelah penggunaan, cuci saputangan setiap hari dengan sabun atau deterjen dan air. Jangan menggunakan kembali masker dan sarung tangan pasien. Sarung tangan dan masker pasien harus dibuang ke tempat sampah dengan penutup di kamar pasien.

4. Apakah keluarga saya berisiko tertular infeksi Covid-19 dari saya?

Untuk mencegah risiko penyebaran virus ke keluarga, jaga jarak dengan memisahkan diri dari anggota keluarga dan hewan yang tinggal di rumah. Hindari kontak dekat dengan hewan peliharaan dan anggota keluarga Anda dan jangan berbagi makanan, peralatan, piring, minuman, handuk, dan linen tempat tidur dengan mereka. Kenakan masker wajah sepanjang hari dan cuci tangan sesering mungkin.

5. Bagaimana cara lain untuk melindungi keluarga dari kontak dengan pasien Covid-19?

Anggota keluarga harus tinggal di ruangan yang berbeda. Jika tidak memungkinkan, pertahankan jarak enam kaki atau 1,8 meter dari orang yang sakit.

Satu anggota keluarga yang dalam kesehatan baik harus merawat pasien. Lakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah merawat pasien. Terutama pada saat menyiapkan makanan, sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Tisu untuk mengeringkan tangan setelah mencucinya. Pengasuh harus mengenakan masker saat merawat pasien.

Setelah penggunaan, lepaskan masker dengan melepaskan ikatan tanpa menyentuh bagian depan topeng. Segera cuci tangan dengan sabun dan air.

Bersihkan dan disinfeksi permukaan, permukaan kamar mandi dan toilet setidaknya sekali sehari. Kenakan masker dan sarung tangan saat membersihkan permukaan atau menangani pakaian atau tempat tidur pasien. Permukaan yang kotor dengan sekresi pernapasan atau cairan tubuh lainnya harus dibersihkan dengan sabun atau deterjen dan air lalu disinfektan dengan pembersih rumah tangga biasa.

6. Berapa lama harus menjalani masa karantina mandiri?

Umumnya 14 hari. Pasien Covid-19 harus tetap dalam karantina sendiri sampai risiko penularan sekunder ke orang lain dianggap rendah. WHO merekomendasikan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah untuk tetap dalam isolasi sendiri sampai mereka dinyatakan negatif. Tes itu menggunakan tes PCR yang dilakukan dua kali dari sampel. Itu dikumpulkan setidaknya 24 jam terpisah. Pasien disarankan untuk tinggal sendiri selama dua minggu setelah gejala sembuh.

7. Langkah yang harus diambil jika keluarga pasien melakukan kontak langsung dengan pasien?

Beri tahu dokter atau penyedia layanan kesehatan, jika menunjukkan gejala Coronavirus. Kalau bepergian ke rumah sakit mengenakan masker. Ketika berada di rumah sakit, jaga selalu kebersihan tangan, kesehatan pernapasan, dan jarak jarak minimal dua meter dengan orang lain.

1 2

Editor : nto
Reporter : jpc/kpc

You Might Also Like