Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Leonard S Ampung didampingi Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Samsul dan Kadiskominfo Agus Djunaidi gelar jumpa pers terkait perkembangan kasus covid-19, Minggu (29/3).


PALANGKA RAYA - Kasus corona virus atau covid-19 di Kalteng, mengalami trend kenaikan sejak kasus tersebut mewabah di Kalteng. Sebab, positif covid-19 di Kalteng kembali bertambah menjadi 7 orang, begitu juga dengan pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menajdi 39 orang dari 34 orang sesuai data Sabtu (28/3) kemarin.

Adanya trend kenaikan angka kasus positif corona virus dan PDP tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalteng Leonard S Ampung didampingi Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Samsul dan Kepala Diskominfo Kalteng Agus Djunaidi.

"Kasus corona virus trendnya hari ini meningkat. Pasien positif bertambah 1 orang menjadi 7 orang. Begitu juga dengan PDP meningkat menjadi 39 kasus," kata Leonard S Ampung, Minggu (29/3).

Tambahan 5 kasus PDP tersebut terjadi di wilayah Kota Palangka Raya 3 orang, Kotawaringin Barat 1 orang dan Barito Timur 1 orang. "Daerah lain tetap, seperti Barito Selatan, Berito Utara, Murung Raya, dan Katingan. Untuk Bartim ini kasus baru," ucapnya.

Sementara pasien yang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium ada 38 orang. Itu didominasi pasien dari Kota Palangka Raya sebanyak 34 orang dan RS Sultan Imanudin Pangkalan Bun ada 4 orang.

"Untuk pasien negatif ada 35 orang, dari Kota Palangka Raya 28 orang dan Pangkalan Bun 7 orang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Samsul mengatakan, tambahan satu orang pasien positif sebenarnya masih dalam proses. Sebab ada perbedaan data pusat dan daerah.

"Kenapa kok banyak data pusat, ini yang harus kami luruskan. Karena hasil pemeriksaan pertama itu tertukar. Kemudian semula dikatakan negatif dan akhirnya positif," ungkapnya.

Untuk memastikan pasien ke 7 positif atau negatif, Dinkes Kalteng akan mengirim sampel pemeriksaan pasien ke Surabaya. Itu dilakukan sebagai pembanding agar hasilnya lebih meyakinkan. 

"Untuk menaikan dan menyamakan menjadi 7 ini, kami akan melakukan pemeriksaan kembali. Dan ini akan kami kirim pemeriksaan ke Surabaya, kemarin Jakarta. Ini untuk pembanding agar dapat memastikan pasien ini positif atau negatif," pungkasnya. 

1 2

Editor :ndi
Reporter : arj

You Might Also Like