MENANG PENGHARGAAN: Proses Penta KLabs oleh Kolektif Hysteria (Semarang) di Shibuya, Tokyo. Kolektif Hysteria for Jawa Pos


Kolektif Hysteria (Semarang) membagikan video yang mengantar mereka memenangkan Grand Prize Youfab Award 2020 di Shibuya, Tokyo, Jepang, akhir Februari lalu. Penghargaan itu adalah apresiasi tertinggi dalam ajang tahunan yang ditaja oleh Fabcafe Tokyo di bawah manajemen Loftwork Inc, sebuah perusahaan kreatif global yang punya cabang di kota-kota besar dunia seperti Hong Kong, Hida, Tokyo, Kyoto, Bangkok, Taipei, Barcelona, Toulouse, Strasbourg, dan Monterrey. Tahun ini, kompetisi kelas dunia ini diikuti oleh 285 partisipan dari 43 negara.

Lewat kanal Youtube Kolektif Hysteria, video yang bersanding dengan 20 finalis lain dari berbagai negara dan dipamerkan Februari lalu di Shibuya QWS, Tokyo, tersebut kini dapat diakses publik. ’’Kolektif Hysteria  mengajukan Penta KLabs, sebuah sites spesifik art project biennale,’’ terang Adin, Direktur Kolektif Hysteria. Karya ini berhadapan dengan berbagai inovasi lain menggunakan artificial intellegent, big data analyst, internet of things, dan semacamnya. Adin menyebut, Youfab Award kali ini bertema Conviviality: Emerging from the Space Between the Old and New OS. Tema ini menyoal relasi antara yang manual dan digital dan perubahan terus menerus dalam sistem operasi secara sosial maupun kultural.

Penta KLabs bukanlah karya bertabur teknologi canggih dan mutakhir. Penta KLabs diciptakan sebagai karya tumbuh dua tahunan dengan berbasis lokasi penciptaan. Kehadiran teknologi dalam karya ini bersentuhan kerja-kerja pengorganisasian dalam lingkup sosiokultural berbasis lokasi. Karya ini mengandalkan aplikasi teknologi yang sudah tersedia seperti media sosial untuk sarana advokasi komunitas. Serangkaian wawancara tentang bagaimana sebuah karya secanggih apa pun senyatanya selalu dipengaruhi oleh lokasi dan lingkungan sosiokultural penciptaannya yang kemudian disajikan bersama mural dan instalasi dalam Penta KLabs menjadi semacam interupsi bagi ajang kompetisi sarat teknologi canggih itu.

’’Mayoritas karya peserta lain sangat teknologis dan canggih seperti lazimnya karya-karya new media art atau multimedia,’’ tutur Adin. Misalnya  karya Amir Zobel dan Itay Blumenthal (Israel) peraih penghargaan utama yang menggunakan teknologi pemrosesan data spesifik.  Juga Bird Language karya Helena Nikonole + Credits: Veronica Samotskaya, Natalia Soboleva, Konstantin Yakovlev, Nikita Prudnikov (Russia) yang mencoba alat penerjemah bahasa burung ke manusia dan sebaliknya.

Youfab Award award adalah sebuah kompetisi global yang mencari inovasi teknologi dari para seniman, inovator, maupun pencipta dari dunia yang mencari solusi atau inspirasi dari relasi tradisional antara individu dan industri untuk kepentingan masyarakat. Award ini sudah berlangsung sejak 2012 dan memenangkan banyak inovasi menggunakan teknologi. Penta Klabs sendiri sudah berlangsung dua kali di Semarang. Yaitu di Kemijen bertajuk Narasi Kemijen (2016) tentang ketahanan kampung dan di Nongkosawit (2018) bertajuk Sedulur Banyu tentang ekosistem air. 

1 2

Editor :ndi
Reporter : tir

You Might Also Like