Rektor UPR Andrie Elia Embang saat mencoba bilik sterilisasi disinfektan karya UKM SAKTI. Rektor UPR bersama dosen dan mahasiswa yang mengolah bilik disinfektan (Foto Bawah).(UPR UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA - Bilik disinfektan yang diolah oleh mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR), mendapat perhatian serius Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalteng. Pemprov bakal menindaklanjuti hasil karya mahasiswa UPR tersebut untuk dikembangkan dalam upaya pencegahan covid-19 di Kalteng.

Bilik Sterilisasi Disinfektan atau White Box UPR, merupakan karya cipta dari kalangan civitas akademisi Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (FT UPR). Bilik tersebut sudah dipasang di UPR dan dicoba langsung oleh Rektor Andrie Elia Embang.


Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19 Kalteng Leonard S Ampung mengatakan, pihaknya mengapresiasi karya inovasi tersebut. Mengingat, karya inovasi tersebut, memiliki fungsi dan tujuan yang sama, yakni untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran COVID-19 di wilayah Kalteng.

"Melalui Tim Gugus Tugas COVID-19, kami akan menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan UPR. Kita berharap, karya inovasi tersebut dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak, dengan waktu yang singkat," Ucap Leonard.

Hasil karya mahasiswa UPr tersebut sudah dilihat oleh Tim Gugus Tugas, meski secara tidak langsung, melalui berbagai media. "Namun yang pasti, pihaknya sangat mengapresiasi dan berharap agar karya inovasi dari civitas akademika UPR tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Kalteng," ujarnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Dekan FT UPR  Waluyo Nuswantoro mengatakan, bahwa karya inovasi tersebut merupakan hasil karya cipta dari 2 (dua) tim inovasi, yakni para mahasiswa Jurusan Informatika yang tergabung ke dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Sarana Kreativitas Tekni Informatika (UKM SAKTI) FT UPR, dan Tim White Box FT UPR. Ada 2 karya inovasi yang berhasil diciptakan.

"Mahasiswa dari UKM SAKTI FT UPR, telah berhasil menciptakan Bilik Sterilisasi Disinfektan. Alat ini pola kerjanya ketika seseorang masuk ke dalam bilik, akan terbaca oleh sensor gerak, kemudian akan disemprot dengan menggunakan cairan disinfektan secara otomatis," ungkapnya.

Kemudian Tim 'White Box' FT UPR, dengan karya inovasinya, yakni White Box dengan pola kerjanya, ketika seseorang masuk ke dalam bilik, akan mendapatan semprotan uap disinfektan. "Bilik dan White Box ini bedanya ialah satu dengan semprotan cairan disinfektan. Kemudian  yang whitr box mendapat semprotan uap disinfektan," pungkasnya. 

1 2

Editor :dar
Reporter : arj

You Might Also Like