Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Mofit Saptono Subagio ketika menjadi narasumber Talk Show Kalteng TV, kemarin (27/3). (KALTENG TV)


PALANGKA RAYA-Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 443/26/Disdik tertanggal 26 Maret 2020, diputuskan bahwa kebijakan libur atau proses belajar di rumah untuk semua jenjang pendidikan di Provinsi Kalteng diperpanjang hingga 14 April.

Selain itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Mofit Saptono Subagio, pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2020 di Provinsi Kalteng dibatalkan.

“Dengan dibatalkannya UN, maka keikutsertaan dalam UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” kata Mofit kepada Kalteng Pos, Jumat (27/3).

“Dengan dibatalkannya UN, maka proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, Paket B, dan Paket C akan ditentukan kemudian,” tambahnya.

Pelaksanaan ujian sekolah (US) juga dibatalkan. Dengan dibatalkannya US, maka penilaian dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Dijabarkan Mofit, penentuan kelulusan tahun 2020 pada satuan pendidikan meliputi empat bagian. Pertama, penentuan kelulusan ditetapkan oleh sekolah berdasarkan hasil rapat dewan guru.

Untuk kelulusan tingkat sekolah dasar (SD)/sederajat, ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester ganjil). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

“Sedangkan untuk kelulusan sekolah menengah pertama (SMP)/sederajat dan sekolah menengah atas (SMA)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, portofolio, dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan,” ungkapnya.

Sementara, kenaikan kelas dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Pertama, ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Kemudian ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya,” tambahnya.

Lantas bagaimana dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB)? Menurut Mofit, Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng dan dinas pendidikan di setiap kabupaten/kota diminta menyiapkan mekanisme PPDB sesuai kewenangannya, dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara fisik di sekolah.

“PPDB pada jalur prestasi dilaksanakan berdasarkan akumulasi nilai rapor, ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir dan atau prestasi akademik dan nonakademik di luar rapor sekolah,” pungkasnya. 

1 2

Editor :ram/dar
Reporter : bud

You Might Also Like