Ilustrasi. (foto: net)


PULANG PISAU - Tenaga pendidik atau guru di Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), akan mengalami kekurangan tahun ini. Pasalnya, ada 60 guru di wilayah tersebut akan pensiun tahun 2020.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pulang Pisau, Saripudin tidak menampik hal itu. Dia mengaku, pensiunnya para tenaga pendidik itu secara bertahap. “Tidak sekaligus bersamaan. Ada yang pensiun bulan Maret ini, April, Mei dan seterusnya. Namun mereka akan pensiun tahun ini juga. Yang membedakan hanya bulannya saja," kata Saripudin, Kamis (26/3).

Saripudin mengaku, pihaknya tidak akan berpangku tangan terhadap kekurangan guru di Kecamatan Maliku, akibat kondisi tersebut. “Ini akan menjadi perhatian kami dan kami akan memastikan proses belajar dan mengajar agar tidak terganggu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga minta kepada pihak sekolah yang gurunya mau pensiun agar membuat semacam surat permohonan penambahan tenaga pendidik. “Dengan demikian, kami bisa memetakan kebutuhan guru secara riil dan pengisiannya kembali,” ujarnya.

Saripudin menambahkan, nanti pemerintah daerah akan mencari formulasinya. “Bagaimana kebijakan pemerintah pusat terkait hal tersebut? Apakah nanti akan diangkat guru honorer atau seperti apa? Nanti kami rumuskan," ujarnya.

Dia mengaku, sebenarnya masalah pengangkatan tenaga honorer ini sudah tidak ada lagi. Karena sesuai undang-undang itu, yang ada pengangkatan tenaga P3K. “Untuk itu nanti kami akan melakukan kajian,” akuinya.

Tetapi , lanjut dia, meskipun sudah ada aturan terkait tenaga P3K itu, namun saat ini, petunjuk teknisnya masih belum ada. Untuk itu, pihaknya belum bisa mengambil langkah seperti apa terkait masalah P3K. “Karena kami masih menunggu petunjuk teknis yang mengaturnya,” katanya.

1

Editor : jony
Reporter : art/ens