Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.


PALANGKA RAYA - Mewabahnya virus korona di Kalteng, menimbulkan berbagai dampak. Salah satunya penerbangan pesawat dan pergerakan penumpang di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, mengalami penurunan hingga 50 persen.

"Kondisi penerbangan pesawat dan penumpang terjadi penurunan hingga 50 persen. Kondisi ini setelah masuknya virus korona di Indonesia, khususnya Kalteng," kata Eksekutif General Manager (EGM) AP II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Siswanto.

Dia mengatakan, pada waktu normal, penerbangan baik yang datang maupun berangkat mencapai hingga 30 pergerakan, namun pada kondisi saat ini penerbangan datang dan keluar hanya tersisa 14 pergerakan. Sementara penumpang juga sama, pada hari biasa atau waktu normal, baik yang datang maupun berangkat biasanya mencapai hingga 2.300-2.500 orang.

Namun berdasarkan pantauan dan data terahir pihak Bandara, saat ini hanya ada sekitar 1.100 orang. "Paling terkena dampaknya adalah rute penerbangan seperti Jakarta. Pada dasarnya semua rute masih tersedia, hanya saja frekeuensinya yang mengalami penurunan," ucap Siswanto.

Adapun yang frekuensinya mengalami pengurangan, seperti Maskapai Garuda dengan rute Jakarta, biasanya dua kini menjadi satu. Lion air rute Jakarta biasanya tiga, kini menjadi satu atau dua. Begitu juga dengan Citilink rute Surabaya, biasanya tiga kali dalam seminggu, sekarang hanya satu kali.

Sementara itu rute yang masih tersedia ke Palangka Raya saat ini, meliputi Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Balikpapan, Sampit dan Pangkalan Bun. Sedangkan Pontianak direncanakan akan dimulai pada April 2020 mendatang.

"Hanya saja terkait kondisi saat ini menghadapi COVID-19, kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai rute ke Pontianak tersebut," pungkasnya. 

Editor :ndi
Reporter : ard

You Might Also Like