Rudianur


SAMPIT- Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur masih terjadi beberapa hari lalu. Bahkan dalam sebulan terakhir, ada tiga kasus sabu-sabu yang terungkap dalam lapas tersebut. Hal ini mengundang perhatian sejumlah anggota DPRD Kotim.

"Kami meminta pihak lapas untuk lebih ketat lagi pengawasan dan pemeriksaan terhadap tamu yang menjenguk tahanan yang ada di dalam lapas tersebut. Hal tersebut untuk mencegah masuknya narkoba ke dalam penjara," kata Wakil Ketua I DPRD Kotim, H Rudianur, Rabu (25/3).

Menurut dia, peredaran narkoba dalam Lapas Sampit terus saja terulang. Dewan sangat menyayangkan ini terjadi. Kenapa barang haram tersebut bisa lolos dan beredar dalam penjara. Padahal pengawasannya sudah cukup ketat. Berarti ada yang salah dalam sistem pemeriksaan dan pengawasan.

"Kalau pemeriksaan dan pengawasan dilakukan secara ketat, seharusnya tidak ada alasan barang haram itu bisa masuk ke dalam lapas. Apalagi setiap tamu yang datang membesuk tahanan, semua harus melalui pintu penjagaan dan pemeriksaan. Jika pemeriksaan dilakukan dengan benar dan teliti, barang itu tidak akan ada di lapas," ujar Rudianur.

Politikus Partai Golkar ini juga mengatakan lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan dan hukuman bagi orang yang melakukan kejahatan agar mereka sadar dan tidak lagi mengulangi perbuatannya lagi. Tapi ironisnya, narkoba masih bisa masuk ke dalam lembaga tersebut.

"Ini benar-benar sangat ironis, jika penjara yang seharusnya bisa membuat pelaku jera, malah menjadi tempat yang aman dan leluasa bagi pengguna dan pengedar narkoba untuk beraksi. Ini yang harus dievaluasi. Mengapa narkoba sampai ke dalam lapas. Apalagi kejadian ini terus berulang kali. Tidak hanya sekali," tegasnya.

Rudianur, minta pihak lapas membenahi pengawasan dan pemeriksaan kepada para tamu yang membesuk, agar narkoba tidak pernah lagi masuk ke dalam Lapas Sampit. Apabila ada oknum yang terlibat, maka harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. 

1 2

Editor :ndi
Reporter : bah

You Might Also Like