TAK KENAL LELAH: Sejak pagi hingga malam, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin didampingi Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah dan Sekda Palangka Raya Hera Nugrahayu fokus ke penanganan dan pencegahan corona di ibu kota Kalten. PATHUR/KALTENG POS


DEMI meminimalkan dan mencegah penyebaran virus corona, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama forkopimda Kota Cantik dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melakukan pengecekan di beberapa rumah makan dan mini market, Selasa malam (24/3).

Kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat terkait social distancing (menjaga jarak) sesuai surat edaran yang sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu. "Social distancing penting terutama untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain yang berada di sekitar Anda," ucapnya saat diwawancarai Kalteng Pos, Rabu (25/3).

Ia mengimbau kepada masyarakat, bila ingin membeli makanan, cemilan atau sejenisnya agar lebih baik take away saja atau dibungkus, dan dikonsumsi di rumah saja. "Kami bukan melarang, namun tindakan yang kami lakukan ini karena bentuk rasa sayang peduli dan perhatian kepada masyarakat Kota Palangka Raya," bebernya.

Sebelumnya, usai kegiatan teleconference dengan gubernur dan bupati seluruh daerah se-Kalteng di Ruang Command Center, Balai Kota Palangka Raya, wali kota melakukan konferensi pers dengan beberapa awak media, Selasa (24/3). Pada kegiatan ini, wali kota mengatakan, mulai 21 Maret 2020 sampai 21 April 2020 pemko menetapkan status sebagai siaga darurat pandemi Covid-19. Dengan penetapan status ini, pihaknya mengeluarkan edaran tentang penutupan lokasi yang berpotensi mengumpulkan masa. Seperti tempat hiburan malam (THM), tempat wisata dan rumah bermain anak. Adapun tempat yang mendapat pengecualian buka adalah restoran, kafe dan coffee shop. Ketiga tempat usaha ini, diperbolehkan buka, namun dengan ketentuan tidak boleh nongkrong atau dikonsumsi di tempat. Misalnya ada pembeli, lanjut Fairid, pembeli itu boleh datang langsung membeli, namun makanan yang dibeli mesti dibungkus (take away) dan dibawa pulang untuk dikonsumsi di rumah, atau dengan cara memesan lewat online dan pesanan diantar oleh kurir.

"Ini adalah langkah tegas yang harus diambil pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi corona, dan demi menyelamatkan masyarakat Kota Palangka Raya dari virus tersebut," ucapnya saat melakukan konferensi pers di Ruang Command Center, Balai Kota Palangka Raya, Selasa malam (24/3).

Menurutnya, masyarakat harus mampu mendukung dan memahami program pemerintah tentang pencegahan pandemi corona. Agar kinerja dari pemerintah dalam melakukan pencegahan bisa lebih maksimal dan lebih baik. Selain itu, wabah ini kan bukan epidemi, tapi pandemi, jadi mau tidak mau, suka tidak suka, harus dihadapi bersama-sama. Untuk masalah dampak ekonomi dan dampak sosial yang ditimbulkan oleh wabah ini, pihaknya bersama-sama gubernur akan memikirkan solusi tetkait hal itu. "Kebijakan dan surat edaran yang kami buat bukan tidak berpihak ke masyarakat, tetapi dimohon kesadaran masing-masing warga tentang bahaya penularan virus corona ini," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI) Nadim Anwar Makarim mengeluarkan surat edaran, bahwa Ujian Nasional (UN) ditiadakan mengingat  Indonesia dalam keadaan tanggap darurat pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, wali kota mengatakan, saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng). Ada dua hal yang pihaknya coba terus diskusikan dengan pemprov. Yang pertama terkait libur sekolah anak-anak, dan yang kedua adalah terkait dengan adanya penghapusan UN dan bagaimana mekanisme cara kelulusan selain UN.

"Saya setuju dengan kebijakan dari menteri yang meniadakan UN demi keselamatan murid di saat terjadinya pademi virus corona seperti ini," ucapnya.

Menurutnya, di saat seperti ini social distancing sangat diperlukan untuk memutus mata rantai peredaran virus Covid-19, maka dari itu keputusan menteri dinilai sangat tepat untuk mengubah pola belajar yang konvensional menjadi online. 

 

1 2

Editor :ndi
Reporter : ahm

You Might Also Like