Ketua KPU Kota Palangka Raya, Ngismatul Choiriyah saat talkshow di gedung biru Kalteng P0s, Selasa siang (24/3) . (TOMY KPFM)


PALANGKA RAYA-Wabah virus Corona atau Covid-19 menyebabkan empat tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2020 ditunda. Keputusan penundaan sejumlah tahapan ini, tentunya akan menggangu jadwal pemungutan suara atau pencoblosan pada 23 September 2020 mendatang. Pasalnya, penundaan tersebut sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Ketua KPU Kota Palangka Raya, Ngismatul Choiriyah mengatakan, bahwa yang ditunda KPU itu tahapan penyelenggaraan, bukan waktu pemungutan. “Jadi kita harus tetap optimistis pemungutan suara pada 23 September mendatang bisa terlaksana,” ungkapnya saat talkshow di Kalteng Pos, Selasa (24/3) siang.

Ngismatul menjelaskan bahwa, penetapan keputusan penundaan tahapan pilkada itu, berlaku mulai Minggu (22/3) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Maka, pihaknya masih menunggu arahan KPU Provinsi dan KPU RI.

Menurutnya, belum adanya rencana penundaan pemungutan dan penghitungan suara karena KPU RI masih melihat perkembangan wabah Covid-19. Jadi menurutnya, sangat bergantung pada kondisi Covid-19. 

Dikatakan Ngismatul, ketentuan mengenai hari pemungutan dan penghitungan suara telah diatur Undang-Undang. Untuk itu, seandainya tahapan tersebut akan ditunda atau diubah, harus ada revisi undang-undang yang mengaturnya.

“Bisa jadi (ditunda,red), jika situasi ini (kondisi Covid-19) berkepanjangan. Karena ada batas-batas waktu dan tahapan yang harus dilalui oleh KPU. Kalaupun ini (wabah corona, red) berkembang, bisa jadi ditunda, tapi harus ada Perpu pengganti undang-undang. Tapi kita berharap semoga wabah corona segera berlalu dan semua bisa berjalan semestinya,” ungkapnya

Dijelaskanya, penetapan penundaan tahapan pilkada dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona itu meliputi sejumlah tahapan. Yaitu tahapan pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) dan masa kerja PPS, verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan, tahapan pembentukan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (pencoklik) data pemilih serta pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

“Karena ada kondisi ini, maka empat tahapan ditunda. Bahkan, PPS juga belum dilantik dan tentunya belum bisa bekerja. Padahal, sesuai jadwal, pembentukan PPDP mulai 26 Maret – 15 April. Dan pada 16 April mendatang, PPDP sudah harus kerja dengan terjun langsung ke masyarakat,” ungkapnya. 

 

EMPAT TAHAPAN DITUNDA :
1. Tahapan Pelantikan PPS

2. Tahapan Verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan

3. Tahapan Pembentukan PPDP

4. Tahapan Pencocokan dan penelitian DPT 

Editor :dar
Reporter : bud

You Might Also Like