Suasana kegiatan jual beli di Pasar Kahayan. Seorang pembeli menawar rempah-rempah yang dikabarkan harganya naik


PALANGKA RAYA - Dalam beberapa waktu terakhir ini, khususnya dengan mencuatnya isu Virus Corona. Harga rempah berupa jahe, kunyit, dan temulawak di Kota Palangka Raya mengalami kenaikan.

Bukan hanya bahan kebutuhan pangan berupa sembako saja yang mengalami banyak permintaan dari konsumen. Rempah-rempah yang dikabarkan dapat mengantisipasi Virus Corona ini juga diburu oleh konsumen.

"Katanya bisa mencegah penyakit atau virus itu," ungkap Hadi penjual di pasar Kahayan.

Menurut data yang dihimpun oleh Kaltengpos.co, harga jahe sebelumnya berkisar Rp 60 ribu per kilogram, namun kini naik menjadi Rp. 120 ribu per kilogram. 

Begitu juga dengan rempah kunyit, sebelumnya hanya berkisar Rp. 7 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp. 20 ribu per kilogram.

Bahkan Temulawak yang sebelumnya hanya berkisar Rp. 15 ribu per kilogram kini mencapai Rp. 40 ribu kilogram.

Namun ditengah naiknya harga remah-rempah tersebut, para penjual rempah mengalami kenaikan dalam hal di buru oleh para pembeli.

"Pembelian akhir-akhir ini meningkat tidak seperti sebelumnya. Sehari habis 10 kilo sekarang. Padahal harganya naik dua kali lipat dari harga semula," ucapnya kepada Kaltengpos.co, Sabtu (21/3).

Walaupun mengalami peningkatan, dengan harga yang melambung tinggi, Hadi mewakili para penjual di Pasar Kahayan Kota Palangka Raya berharap kepada Pemerintah setempat dapat membantu menormalkan kebutuhan pokok maupun rempah.

"Ya kalau bisa mendingan turun harganya,  kita beli ke pusatnya jadi tidak mahal," ujarnya. (ard)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like