Terdakwa WH ditahan di rutan Klas IIA Palangka Raya selama menjalani proses persidangan, Selasa (25/2). (CABJARI PALINGKAU UNTUK KALTENG POS)


KUALA KAPUAS-Terdakwa kasus korupsi dana desa WH, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palangka Raya, Selasa (25/2). Mantan Kepala Desa (Kades) Bumi Rahayu Periode Tahun 2015-2021 menjalani sidang perdananya dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU) Amir Giri Muryawan.

Dalam dakwaannya, JPU mendakwa terakdwa WH telah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UURI Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Subsider Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo. UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Rangkaian perbuatan terdakwa yang pada pokoknya dana ADD dan DD Desa Bumi Rahayu (G-4) total keseluruhan sebesar Rp583.068.000," ungkapnya.

JPU menyatakan terdakwa telah menyalahgunakan ADD dan DD. Dia juga diduga menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadi saat menjabat sebagai Kades saat itu.

"Ada untuk membayar hutang-hutang pribadi terdakwa, sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp151.406.000, berdasarkan Audit dari BPKP perwakilan Kalimantan Tengah Nomor: SR-576/PW15/5/2019 tanggal 25 Nopember 2019," tegasnya.

Setelah mendengar dakwaan JPU, terdakwa menyatakan mengerti dan tidak merasa keberatan. Sehingga persidangan selanjutnya diagendakan pemeriksaan para saksi. Sidang pun rencananya dilanjutkan pada 3 Maret 2020 dan JPU akan memanggil 15 orang saksi.

Selanjutnya terdakwa dibawa ke rutan Klas IIA Palangka Raya untuk dititipkan sementara selama menjalani proses persidangan. (alh/uni/dar)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like