Petugas medis Korea Selatan memeriksa masker sebelum diberikan kepada pasien yang terkena virus korona. (Yonhap via REUTERS


Korea Selatan (Korsel) makin panik dengan persebaran virus korona. Terakhir, mereka melaporkan 602 pasien positif Covid-19 dan lima korban meninggal. Pemerintah sampai menetapkan status darurat tertinggi untuk menekan persebaran wabah tersebut.

Presiden Korsel Moon Jae-in mengumumkan keputusan itu setelah menerima laporan persebaran terbaru. Kemarin (23/2) pasien baru Covid-19 mencapai 169 orang dengan korban jiwa tambahan sebanyak tiga. ”Insiden ini sudah mencapai momen genting. Upaya beberapa hari ke depan sangat menentukan,” ungkapnya kepada Agence France-Presse.

Status tersebut memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menerapkan beberapa tindakan. Salah satunya melarang operasi transportasi publik. Atau melarang kelompok agama atau sosial berkumpul. Saat ini salah satu perintah yang dikeluarkan ialah memperpanjang liburan musim semi seluruh siswa di Korsel selama satu minggu.

Publik pun meminta pemerintah melakukan tindakan lain. Salah satunya melarang operasi Shincheonji Church of Jesus. Perkumpulan yang sering disebut sekte gelap itu terkait dengan setidaknya 300 kasus Covid di kota pusat wabah, Daegu. Pasien pertama, yakni perempuan 61 tahun, mengalami demam pada 10 Februari. Sebelum itu dia sudah menghadiri empat sesi ibadah di Shincheonji.

Selain Korsel, Iran juga tersiksa karena wabah virus korona. Kemarin mereka mengumumkan bahwa angka partisipasi pemilu pekan lalu hanya mencapai 42,6 persen. Terendah dalam empat dekade terakhir. ”Menurut saya, ini adalah hasil baik, mengingat banyak insiden, termasuk Covid-19,” ungkap Menteri Dalam Negeri Abdolreza Rahmani Fazli.

Negara tetangga Iran, Pakistan dan Afghanistan, ikut membatasi akses perbatasan dengan Negeri Para Mullah tersebut. Penyebabnya, Iran punya angka kematian terbesar dari negara selain Tiongkok. Meski pasien positif dinyatakan masih 43, korban jiwa karena Covid-19 sudah mencapai delapan.

Di Eropa, Italia yang menderita. Setidaknya ada 12 kota di Italia Utara yang diisolasi. Sekitar 50 ribu penduduk di dalamnya diminta tidak keluar rumah. Keputusan itu dibuat setelah dua hari berturut-turut dua orang tewas karena terinfeksi Covid-19. Mereka warga Italia asli. ”Pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah luar biasa untuk memerangi serangan kasus baru,” tulis Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte di akun Facebook miliknya.

Angka kasus di negara tersebut juga terus meroket. Terakhir, pasien positif virus korona sudah menembus angka 130. Akibatnya, empat pertandingan sepak bola Serie A ditunda. Bahkan, pergelaran Milan Fashion Week ikut terganggu.(jpg)

 

Editor :
Reporter :

You Might Also Like