Ante Rebic


MILAN - 2020 benar-benar jadi resolusi bagi penyerang AC Milan Ante Rebic. Bagaimana tidak. Pemain asal Kroasia total mencetak 6 gol dalam 9 laga di semua ajang sejak pergantian tahun. Terbaru, pemain yang dipinjam dari Eintracht Frankurt itu, kembali jadi pahlawan ketika Milan menang 1-0 atas Torino pada giornata ke-24 Serie A  (18/2) dini hari. Golnya itu membuat dia menyamai torehan gol bek kiri Theo Hernandez sebagai pencetak gol terbanyak Milan musim ini.

Hebatnya, enam gol yang dilesakkan Rebic berasal dari 3 posisi yang berbeda. Yakni, satu gol sebagai gelandang kiri, wide attacker kiri (4 gol), dan second striker (1 gol). Dan, selama dia mencetak gol, Milan hanya sekali kalah pada Derby della Madonnina (10/2) lalu.

Performa Rebic sejak tahun baru seolah titik balik bagi karirnya bersama Milan. Sebab, pada enam bulan awal, performa pemain 26 tahun itu biasa-biasa saja, bahkan cenderung buruk. Yakni, tujuh pertandingan tanpa gol. Ironisnya, hanya satu laga saja yang berstatus starter. Bandingkan dengan sembilan laga pada 2020 yang 6 di antaranya dengan menghuni starting line up.

Menanjaknya performa Rebic membuat manajemen Rossoneri ingin mempermanenkan statusnya musim depan. Padahal, status pinjaman Rebic berlaku selama dua musim.

Hanya, direktur olahraga Eintracht Frankfurt Bruno Huebner mengatakan bahwa deal Rebic adalah dry loan alias tanpa klausul opsi atau obligasi pembelian di masa depan. Sebab, peminjamannya adalah tukar guling dengan striker Milan Andre Silva yang dipinjamkan ke Eintracht selama dua musim. Meski begitu, Milan masih ada kans mempermanenkan Rebic. Berdasarkan Transfermarkt, market value-nya sebesar EUR 30 juta (Rp miliar).

''Itu (tukar guling Rebic-Silva, Red) adalah transaksi di detik-detik akhir bursa transfer musim panas. Awalnya, transaksi itu saling terhubung. Tetapi, sekarang sudah berdiri sendiri-sendiri,'' ucap Huebner kepada Kicker.

Reputasi Rebic di Eropa mungkin tak begitu mentereng. Namun yang pasti, Rebic bukanlah pemain sembarangan. Ia adalah pemain yang mengoleksi 34 caps di Timnas Kroasia. Ia juga jadi pilar penting yang mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2018 lalu. 

Di klub Eintracht Frankfurt yang dibelanya selama tiga musim, Rebic hampir selalu menjadi pilihan utama . Sebagai seorang penyerang, ia memiliki posisi utama sebagai striker tengah. Namun, ia juga lihai memainkan peran sebagai penyerang kiri atau pun second striker.  Inilah alasan mengapa statistik gol Rebic tak begitu menonjol.

Rebic merupakan tipe penyerang yang dibutuhkan tim untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan atau pun menciptakan ruang bagi rekan-rekannya.  Jumlah presentasi gol terbesarnya pun lahir dari posisi sayap kiri. Hal ini ternyata disadari betul oleh Stefano Pioli.  Seakan tak mau menyia-nyiakan potensi yang ada, Pioli memanfaatkan kelebihan Rebic yang bisa bermain di banyak posisi, bahkan sebagai gelandang kiri. 

Hasilnya terbukti, Rebic mampu menghidupkan lini serang AC Milan serta yang di luar dugaan sanggup mencetak banyak gol untuk kemenangan tim.   Ante Rebic bagaikan senjata baru yang dimiliki oleh I Rossoneri. Bagaimana tidak, kedatangan Zlatan Ibrahimovic sempat mengaburkan keberadaannya di skuad Rossoneri.  Untuk itu, kini Ante Rebic diyakini akan jadi sosok paling menentukan bagi AC Milan di sisa musim ini. Jika Ibrahimovic setidaknya mampu mencetak 10 gol sampai akhir musim, maka posisi enam besar pun aman untuk AC Milan. (io/tom/jpg)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like