H Abdul Razak


PALANGKA RAYA - Bakal Calon Gubernur Abdul Razak akhirnya buka suara terkait pencalonannya sebagai calon gubernur. Secara tegas Razak tidak menyatakan mundur dari pencalonan dan akan mengikuti tahapan penjaringan di beberapa partai.

Namun, jika petahana Sugianto Sabran mendapat rekomendasi Partai Golkar, maka Abdul Razak bersedia mundur dari pecalonan. “Saya terbuka, tidak seorang pun yang tidak ingin karir meningkat, tapi harus baca situasi. Saya sebagai kader Golkar, pertama saya tunduk dan patuh apaun keputusan DPP Golkar, rekomendasi kepada siapapun akan kami dukung,” katanya di ruang kerjanya, di Gedung DPRD Kalteng.

Dia mengakui, masih memiliki hubungan keluarga dengan Sugianto Sabran dan itu tidak akan terpisahkan oleh faktor apapun. Selain itu, petahana memiliki peluang maju yang cukup besar, karena keduanya memiliki hubungan keluarga maka akan dipertimbangkan dan dibicarakan kembali.

“Kalau petahana maju, saya mungkin tidak maju. Namun, bukan istilah mundur. Saya dan Sugianto Sabran ada ikatan kakek dan cucu. Jika sama-sama maju apa kata orang? Tidak pernah terjadi cucu dan kakek ikut dalam satu pertarungan,” tegasnya.

Razak siap mengalah dan memberikan kesempatan kepada yang lebih muda. Tetapi jika memang petahana ini memiliki syarat, maka kesempatan itu diberikan kepada petahana.

“Misalkan petahana dan saya sama-sama memenuhi syarat dan sama-sama maju maka akan bersaing. Ini ada kmungkinan besar terjadi salah satu dari kami menang atau dua-duanya kalah,” ujarnya.

Namun, jika petahana tidak maju dan tidak mendapatkan dukungan dari partai. Razak akan pertimbangan kembali untuk maju. "Apabila petahana tidak maju, walaupun saya harapkan dia maju. Jika petahana tidak, saya akan pertimbangkan kembali sepanjang partai mengusung dan saya memenuhi syarat,” pungkasnya. (arj/nto)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like