Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kalteng Siti Nafsiah dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kalteng Suhartono Firdaus (kanan) saat memberi keterangan pers, Senin (17/2/2020)


PALANGKA RAYA - Munculnya pernyataan Ketua DPD Golkar Kalteng H Ruslan perihal dukungan Golkar ke petahana, menuai polemik di internal partai berlambang beringin tersebut. Bantahan pun bermunculan, termasuk dari DPP dan pengurus DPD I Partai Golkar Kalteng.


Pasalnya, Golkar baru akan melalukan survei pekan ini terhadap beberapa bakal calomln gubernur dan wakil gubernur yang telah mendaftar ke partai pemilik 7 kursi di DPRD Kalteng itu.


Selain itu, tahapan penjaringan calon gubernur yang diusung Golkar juga masih panjang. Diantaranya survei, fit and proper test serta penetapan yang dilakukan oleh DPP nantinya. 


"Menyikapi berita yang beredar di tengah-tengah masyarakat, baik melalui media cetak maupun media online terkait pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Kalteng mengenai dukungan terhadap salah satu bakal calon gubernur dan wakil gubernur, maka kami menyampaikan beberapa poin terkait hal itu," kata Wakil Ketua DPD Golkar Kalteng Hj Siti Nafsiah didampingi Sekretaris DPD Suhartono Fridaus dan dua pengurus DPD Golkar lainnya di Palangka Raya, Senin (17/2).


Pada poin pertama, sebut Nafsiah, pernyataan Ketua DPD Golkar secara utuh bahwa sesuai hasil rapat pleno DPD Partai Golkar Kalteng yang diperluas, diakui bahwa petahana juga mendapat suara yang signifikan disebut/disuarakan oleh 14 pimpinan Partai Golkar kabupaten/kota dan organisasi sayap serta ormas Golkar. Namun tetap kader partai yang mendapat suara dominan. 


"Jadi pada rapat pleno diperluas, 14 pimpinan Golkar kabupaten/kota dominan inginkan kader, semua sepakat agar Pak Razak selaku kader. Lalu nama kedua yang muncul atau diinginkan adalah petahana Sugianto Sabran dan nama calon lainnya," jelas Nafsiah. 


Kemudian putusan pimpinan DPD Golkar terkait Pilgub Kalteng akan disampaikan setelah survei. "Ketua DPD Golkar Provinsi Kalteng akan mengambil sikap setelah melalui tahapan survei yang saat ini sedang berlangsung. Dan DPD Golkar Kalteng akan melanjutkan tahapan-tahapan penjaringan bakal calon kepala daerah sesuai dengan mekanisme/tahapan yang telah diatur oleh DPP," ujarnya. 


Selanjutnya, DPD Golkar Kalteng akan menyerahkan hasil rapat pleno diperluas dan hasil survei pada Maret 2020 kepada DPP. Selanjutnya, seluruh bakal calon akan mengikuti mekanisme yang diatur oleh Tim Pilkada Pusat atau DPP. 


"Jadi sampai saat ini belum ada dukungan kepada petahana, karena DPD masih berproses. Tahapan masih berlangsung sampai nanti penetapan oleh DPP. Hasil survei salah satu yang sangat menentukan keputusan DPP, jadi Golkar belum pasti ke petahana. Semua balon yang mendaftar memiliki peluang sama, karena itu kami melakukan survei dengan lembaga yang sudah teruji, yakni LSI Deny JA," ungkapnya. 


Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Kalteng Suhartomo Firdaus mengaku dikomplain beberapa bakal calon terkait pernyataan Ketua DPD Golkar yang menyatakan Golkar mengusung petahana. 


"Komplain bukan hanya kepada saya, tetapi juga ke teman lainnya. Sebab, tahapan memang masih berjalan. Dan sesuai amanat siapapun nanti yang diusung Golkar harus menggandeng kader Golkar," ujarnya. (arj/nto)


Editor :
Reporter :

You Might Also Like