Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan saat konperensi pers dengan awak media di ruangan Bidhumas Polda Kalteng, Jumat (14/02/2020).


PALANGKA RAYA - Setelah menerima laporan terkait kasus pengeroyokan dengan korban Herpansyah (20) yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Kotawaringin Timur (Kotim),  Kepolisian kini sudah menetapkan tersangka sekaligus sudah menahan delapan pelaku di rumah tahanan Polres Kotim.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Ilham Salahudin melalui Kabidhumas Kombes Pol Hendra Rochmawan di ruang Bidhumas Mapolda, Jumat (14/02/2020) siang.

"Berdasarkan keterangan yang kami terima, saudara Herpansyah mengaku menjadi warga dari perguruan pencak silat PSHT. Tetapi dikarenakan korban tidak dapat menunjukkan bukti jika dia adalah warga PSHT ketika ditanya dirumah Ketua Rayon PSHT Hariyanto yang terletak di Jalan Manggis II Sampit, Minggu (9/2) dini hari. Kemudian, mendapati informasi yang tidak memuaskan ke-empat pelaku dibawah pimpinan saudara Agus bersama tiga temannya langsung melakukan pemukulan di Jalan H. Ikap," ungkapnya.

Tidak hanya berhenti sampa disitu, pada hari Minggu (9/2/) pagi, korban dipanggil kembali ketempat Ketua Rayon PSHT yang berada di Jalan Manggis II Sampit. Disini, pelaku disuruh membuat surat pernyataan.

 "Kemudian, pada hari Senin (10/2) malam, korban dijemput di Mess Jalan Sampurna Barat oleh para pelaku dan diajak ketempat latihan PSHT. Ditempat ini, pelaku sebanyak delapan orang yang berinisial MKW (24), MTI (27), AG (22), MS (40), FAW (20), MES (20), AM (19), MNK (21) langsung melakukan pemukulan kembali terhadap korban dan direkam dengan Hp serta menyebarluaskan video ke media sosial," jelasnya.

Untuk korbannya, lanjut Kabidhumas, Herpansyah sekarang sudah sehat dan sudah kembali bekerja di PT. Arta Graha Sukses Mandiri. (ard)

1

Editor :
Reporter :