Direktur RS Doris Sylvanus dr Yayuk Idriaty gelar jumpa pers terkait pasien terduga corona virus.


PALANGKA RAYA - Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya dalam kuruan 4 hari terakhir, ternyata fokus menangani pasien dengan kasus corona virus. Pemeriksaan dilakukan secara intensif, bahkan pasien sempat diisolasi di RSUD Doris Sylvanus.

Pemeriksaan dilakulan, karena pasien merupakan rujukan dan baru pulang dari Negara tejangkit corona virus, yakni Singapura. "Sehubungan dengan dua bulan terkahir ada kasus kegawatdaruratan satu virus yang mengkhawatirkan dunia, termasuk Indonesia. Dan selama 4 hari kemarin, kami merawat satu orang pasien yang dicurigai tertular virus corona," kata Direktur RSUD Doris Sylvanus Yayuk Indriati, Jumat (13/2) sore.

Pasien yang merupakan anak-anak tersebut diterima oleh RS Doris pada Senin sore. Dan selama itu, hingga Jumat pasien diawasi dengan ketat, bahkan Doris mengirimkan sampel ke Litbang Kementerian Kesehatan RI untuk memeriksa sampel gejala pasien.

"Kami menerima pesien seorang anak pada Senin Sore. Pasien yang kami terima demam, batuk, dan flu dan dicurigai terjangkit corona virus. Selama itu kami periksa pasien secara intensif, karena ada gejala terduga corona virus dan sampel kami kirim ke Litbang. Sebab, untuk corona virus pemeriksaan sampel pasien satu pintu hanya ada di Litbang Kemenkes RI," ujarnya.

Setelah pihak RSUD Doris menerima hasil pemeriksaan dari Litbang Kemenkes RI, pasien tersebut negatif corona virus. Pihak rumah sakitpun memulangkan pasien.

Namun, identitas dan asal daerah pasien ditutupi okeh pihak rumah sakit. "Pasien sudah kami pulangkan, karena hasil sampel negatif dan juga kondisi kesehatan sudah mulai membaik. Pasien hanya menderita amandel akut, bukan corona virus," pungkasnya. (arj)

Loading...

You Might Also Like