Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan


PALANGKA RAYA - Menanggapi adanya penganiayaan yang dilakukan oleh oknum perguruan pencak silat persatuan setia hati teratai (PSHT) di Kotawaringin Timur (Kotim), kepolisian tegaskan kasus telah selesai dan meminta untuk pengelola perguruan silat agar tidak melenceng dari konsep perguruan.

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kepada pihak PSHT untuk bertanggung jawab dan kembali kepada pedoman awal didirikannya perguruan tersebut.

Hal tersebut dibeberkan oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Ilham Salahudin melalui Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan saat ionfersi pers di ruang Bidhumas Polda Kalteng, Jumat (14/02/2020).

"Silat itu kan bagian dari olahraga, artinya mengejar prestasi dan semboyan saling menghargai satu sama lain serta untuk menjadi ajang kekeluargaan. Bukan organisasi preman yang ahli dalam hal beladiri namun melakukan pengeroyokan," ungkap Kombes Hendra.

Kabid Humas juga menuturkan, terkait perundungan yang dialami oleh korban Herpansyah (20), pihak kepolisian Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotawaringin Timur sudah menangani kasus dengan baik dan akan terus memantau kegiatan PSHT.

"Percayakan kepada kita bahwa ini prosesnyan bakal transparan dan akan diproses serta diusut tuntas sampai persidangan," tambahnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memperkeruh keadaan. Dan ini  jelas murni kriminalitas. (ard)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like