Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengatakan jangan terlalu dini menyimpulkan PAN akan bergabung menjadi koalisi di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com


Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku rugi jika partainya memilih menjadi oposisi. Zulhas – panggilan akrab Zulkifli Hasan, menyebut PAN hanya menjadi mitra pengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengatakan jangan terlalu dini menyimpulkan PAN akan bergabung menjadi koalisi di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. “Isyarat bahwa PAN itu ingin bergabung dengan pemerintah terlalu awal juga untuk menyimpulkan demikian,” ujar Arsul kepada wartawan, Jumat (14/2).

Oleh sebab itu, Arsul menunggu kepastian ucapan Zulkifli Hasan tersebut. Sehingga dirinya enggan menyimpulkan PAN akan bergabung ke pemerintahan.

“Menurut kami di PPP, itu belum bisa disimpulkan bahwa PAN itu ingin masuk ke dalam koalisi pemerintahan,” imbuh Arsul.

Kendati demikian, Wakil Ketua MPR tersebut enggan berandai-andai jika nantinya PAN resmi bergabung ke pemerintahan. Saat ini PPP menunggu sikap resmi Zulhas sebagai Ketua Umum PAN.

“Jadi kita lihat dulu, dan Pak Zul akan bisa memperjelas ucapannya itu. PPP tidak ingin berandai-andai karena Pak Zul belum menjelaskan,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan mengatakan partainya akan tetap menjadi pengkritik yang konstruktif bagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurut Zulhas, menjadi oposisi akan merugikan bagi partainya. Pasalnya oposisi sudah dimiliki oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS)‎. Sehingga tidak akan ikut menjadi oposisi.

“Kalau oposisi itu sudah diambil oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, oposisi yang sudah diambil oleh teman kita, jadi akan sangat merugikan kita,” ujar Zulhas di Kendari, Rabu (12/3).

Oleh sebab itu posisi PAN saat ini bukan sebagai oposisi. Tapi, akan menjadi mitra kritis terhadap pemerintahan saat ini. Sehingga Zulkifli mengatakan partainya enggan disebut sebagai oposisi.

“Kita tidak masuk isu oposisi. Kita akan jadi mitra yang kritis dan memberikan solusi terhadap persoalan bangsa yang kita hadapi,” pungkasnya.(jpc)

 

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like