Sejumlah peserta yang tidak bisa mengikuti tes di PT SIS hanya menunggu di luar sambil berteduh di bawah pohon, Kamis (13/2). (FADLI/KALTENG POS)


MUARA TEWEH - PT Saptaindra Sejati (SIS) yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan melaksanakan psikotes di Muara Teweh, Kamis (13/2). Sejumlah pelamar kerja berasal dari Kabupaten Barito Utara (Batara), mengaku kecewa. Sebab mereka tidak mendapat kesempatan mengikuti tes tersebut. Padahal 14 pemuda asal Batara juga sudah menyerahkan berkas dan melaksanakan interview.

Para pemuda asal Batara ini dikeluarkan dari ruang tes karena tidak ada nama dalam daftar. Mereka hanya bisa menunggu di luar merasakan terik matahari yang panas sambil berteduh di bawah pohon. Ketika siang hari, peserta lain menyantap nasi kotak yang disediakan perusahaan. Sementara 14 pemuda asal Batara ini hanya bisa makan mie instan.

Salah satu peserta yang mengaku bernama Razikin mengungkapkan, sebelumnya mereka juga mengkuti tes wawancara di Kabupaten Murung Raya bersama peserta dari daerah lainnya.

“Tes interview di Murung Raya, tes psikotes di Barito Utara. Tapi kenapa kami tidak bisa ikut. Sedangkan pemberitahuan ataupun surat dari pihak bersangkutan tidak ada yang menyebutkan kami lulus atau tidaknya,” ungkap pemuda asal Lahei itu kepada Kalteng Pos di Muara Teweh, Kamis (13/2).

Razikin dan kawan-kawannya merasa kecewa. Karena mereka tidak diberi kesempatan. “Kami di sini ingin bekerja, bukan untuk apa-apa. Kenapa kami tidak diberikan kesempatan. Padahal sama-sama menyerahkan berkas dan ikut interview,” akuinya.

Sementara Markus, peserta dari Desa Rampa Mea, Kabupaten Barito Selatan yang juga mengikuti tes di PT SIS mengatakan, ia datang ke Muara Teweh bersama sejumlah temannya untuk mengikuti tes. Karena ada SMS dari pelaksana tes.

“Beberapa bulan lalu kami interview di Murung Raya, sekarang tes psikotes di sini (Muara Teweh). Kami datang karena ada pesan SMS masuk dari pihak penyelenggara,” tegasnya.

Kalteng Pos sempat konfirmasi ke pihak perusahaan terkait kejelasan nasib 14 pemuda itu. Namun mereka enggan memberikan komentar apapun, baik data ketidaklulusan maupun jumlah peserta yang mengikuti tes sekarang ini didominasi dari daerah mana saja, tidak bisa dijelaskan pihak perusahaan. (adl/ens/dar)

1

Editor :
Reporter :