Tiga komisi DPRD Palangka Raya menyampaikan presentase hasil kunker dihadapan pihak terkait ruang rapat komisi DPRD setempat, Rabu (13/2). (DPRD KOTA UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA- Tiga komisi di DPRD Kota Palangka Raya Komisi yakni A yang membidangi Pemerintahan dan Ekonomi, kemudian Komisi B yang membidangi Infratruktur dan SDA dan Komisi C yang membidangi Kesejahteraan Rakyat menyampaikan presentasi hasil kunjungan kerja (kunker) yang dilaksanakan sebelumnya.

Presentasi dimulai dari komisi A, pihaknya memaparkan hasil kunker yang berkaitan dengan kependudukan dan catatan sipil. Kemudian komisi B memaparkan terkait pengembangan bank sampah dan peningkatan pengelolaan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA).Sedangkan untuk komisi C menyampaikan hasil presentasinya terkait publikasi dan promosi kebudayaan dan pariwisata daerah.

Salah satunya adalah dari komisi C, sebagai juru bicara adalah Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya M Hasan Busyairi dalam paparannya, pekan lalu pihaknya telah melakukan kunker ke Kota Banjarmasin serta Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalsel, dengan publikasi dan promosi kebudayaan dan pariwisata daerah.

“Komisi C memilih dua wilayah ini dikarenakan secara kondisi sosiologis dan geografis antara wilayah tersebut dengan Kota Palangka Raya tidaklah jauh berbeda,” ungkapnya.

Lanjut Hasan, yang membedakan untuk Banjarmasin pengelolaan sektor pariwisata sudah cukup bagus. Mulai dari penataan hingga upaya dalam menggali potensi yang bisa diangkat sebagai destinasi wisata sangatlah bagus, kemudian sistem promosi juga ditata dengan sedemikian rupa sehingga Kota Banjarmasin telah diakui secara nasional.

“Kami anggota DPRD Kota Palangka Raya pun menyadari akan hal tersebut sebenarnya juga bisa untuk diterapkan di Kota Palangka Raya. Terlebih Walikota telah menetapkan ada tiga destinasi wisata unggulan yang akan menjadi prioritas pengembangan,” ujarnya.

Secara umum tambah Hasan, kunker komisi C ke dua daerah dari provinsi tetangga tersebut, adalah untuk menggali informasi lebih dalam bagaimana proses pengelolaan wisata bisa berjalan dengan maksimal, sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi tempat wisata tersebut.

“Dengan datangnya kunjungan wisatawan mancanegara ke obyek wisata tersebut,menunjukkan bahwa sektor kepariwisataan mampu mendunia dan dikenal hingga keluar negeri,” tuturnya.

Tak kalah penting ungkap Politisi Golkar tersebut, dengan keberadaan obyek wisata yang berjalan maju, maka secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

“Ini harus bisa diperhatikan dan dikembangkan kembali oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Terutama bagaimana potensi budaya dan pariwisata di wilayah Kota Cantik bisa dijadikan salah satu tujuan wisata dunia,” pungkasnya. (pra/ari/dar)

Loading...

You Might Also Like