Ilustrasi. (net)


PULANG PISAU - Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sebesar Rp5 miliar kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi bidang sosial dan ekonomi pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Setidaknya ada 23 kelompok yang akan menerima bantuan dari pemerintah pusat itu. "Kelompok penerima ini sudah terdata sejak awal. Untuk itu, jumlah kelompok penerima tidak bisa bertambah lagi," kata Kepala BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Salahudin.

Salahudin menjelaskan, dalam satu kelompok anggotanya minimal 20 orang. "Kalau lebih tak masalah. Kalau kurang tidak bisa," tambang dia. 

Dia menambahkan, masing-masing kelompok akan menerima dana sekitar Rp 190 juta. "Dana itu diperuntukan untuk berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan rehabilitasi lahan," ungkapnya. 

Di antaranya, kata dia, seperti upah pembersihan lahan yang telah terbakar. Yakni, per hektare anggaran yang diberikan sebesar Rp 2 juta. "Selanjutnya, pembuatan sumur bor sebanyak lima titik, obat-obatan dan lain-lain," ujar Salahudin. 

Dia berharap, kelompok yang akan menerima dana itu agar benar-benar dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin. "Pergunakan anggaran yang diberikan sesuai peruntukannya. Sehingga tujuan pemerintah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bidang sosial dan ekonomi dapat terwujud sesuai harapan," harapnya. 

Selain itu, lanjut dia, yang tidak kalah pentingnya masyarakat bisa merasakan manfaat dari program itu. "Program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyikapi masalah kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Pulang Pisau. Untuk itu kami meminta seluruh kelompok penerima bisa menyukseskan program ini," harap dia. (art/uni/nto)

Loading...

You Might Also Like