Bupati Katingan Sakariyas


KASONGAN - Menjelang selesainya pembangunan Jembatan Tumbang Samba oleh Kementerian PUPR RI sejak tahun 2017 lalu. Ada warga yang mengaku tidak mendapatkan haknya pada pembebasan lahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Katingan.

Hal ini langsung mendapat perhatian banyak pihak, termasuk dari Bupati Katingan Sakariyas mengaku heran, ada warga yang baru-baru ini mengklaim tanah di menjelang selesainya pembangunan Jembatan Tumbang Samba oleh Kementerian PUPR RI.

Padahal menurut Sakariyas, pembebasan lahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Katingan sudah selesai.

Dia pun mempersilakan jika ada yang mengklaim tanah yang terkena pembangunan jembatan tersebut.

“Silakan tunjukkan bukti kepemilikan atau dokumen atas tanah itu. Nanti kami akan lihat dan kaji,” ujar Sakariyas kepada Kalteng Pos, Jumat (24/1).

Dikatakan Sakariyas, sejak dulu dirinya sudah sering menyampaikan kepada masyarakat. Apabila tanahnya terkena lokasi pembangunan jalan atau jembatan seperti Jembatan Tumbang Samba, kiranya dengan ikhlas untuk dapat membantu pemerintah dengan merelakan tanah itu.

Sebab, ujarnya, pembangunan yang dilakukan itu tidak ada lain untuk kepentingan masyarakat banyak dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Katingan sendiri. “Jika kita berpikir menuntut ganti rugi semua. Maka habis untuk itu saja. Sementara untuk pembangunan, kita juga membutuhkan anggaran. Inilah yang harus kita sadari bersama, pembangunan jembatan itu juga yang menikmatinya kita semua nantinya,” ujarnya.

Kemudian, lanjut bupati, sejak awal dia juga selalu mengingatkan kepada jajarannya. Dalam pelaksanaan pembangunan, apabila bersentuhan dengan lahan atau tanah masyarakat, dirinya minta harus diselesaikan terlebih dulu sampai betul-betul clear dan tidak menimbulkan masalah.

“Jangan sampai begitu bangunan mau selesai. Tiba-tiba ada yang mengklaim. Hal seperti ini saya minta jangan sampai terulang kembali,” tegasnya. (eri/nto)

Loading...

You Might Also Like