Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr Suyuti Samsul


PALANGKA RAYA – Cepatnya penyebaran virus corona antarmanusia, yang kini telah menyebar di sejumlah negara, membuat Pemerintah mengambil langkah-langkah antisipasi.

Sejumlah daerah yang dianggap rawan pun, dilakukan pengetatan pengawasan.

Kementerian Kesehatan RI setidaknya menetapkan 19 daerah di Indonesia yang rawan. Termasuk salah satunya ada di Kalimantan Tengah, yakni Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr Suyuti Samsul pun menyatakan, pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah cepat terkait merebaknya virus mematikan yang berasal dari China tersebut.

“Kita telah mengambil langkah-langkah terkait merebaknya wabah itu. Pertama, memperketat pintu masuk melalui kerjasama dengan kantor kesehatan pelabuhan setempat. Kedua, menyiapkan ruang isolasi di RS Pemerintah khususnya RS Rujukan Provinsi dan Rujukan Regional,” kata Suyuti kepada kaltengpos.co, Minggu (26/1/2020) siang.

Pengetatan pengawasan pada pintu-pintu masuk daerah, di antaranya dilakukan melakukan proses screening menggunakan kamera pemindai suhu tubuh (thermal scanner) dan pengamatan terhadap penumpang (surveillance syndrome).

Sebelumnya, Kasubdit Penunjang Yankes Rujukan Kemenkes, dr Asral Hasan MPH mengatakan, di 19 daerah tersebut, selain menyiapkan fasilitas kesehatan di pintu masuk negara juga telah disediakan 860 set alat pelindung diri, 12 ribu masker n95 dan 35 ribu Health Alert Card.

"Sekarang kita mengumpulkan semua informasi mengenai kondisi fasilitas kesehatan apakah membutuhkan tambahan fasilitas atau SDM. Bali termasuk RS Sanglah dan RS Tabanan kita sudah tunjuk untuk kejadian semacam ini," jelas dia, Sabtu (25/1/2020).

Disebutkan pula bahwa untuk mengantisipasi kejadian pandemi virus corona, Kemenkes telah menyiagakan 100 rumah sakit rujukan untuk penyakit emerging di berbagai daerah. Semua rumah sakit tersebut juga telah memiliki sarana dan prasarana sesuai standar untuk menangani kasus serupa. (nto)

Loading...

You Might Also Like