Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat membuka Rakernas Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, Santri Digital Fest, di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (24/1). (istimewa)


Wakil Presiden Ma’ruf Amin, mendorong santri dan pesantren turut berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat. Sekaligus meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui kewirausahaan yang mandiri.

“Saya harapkan dapat menciptakan kemandirian umat melalui santri, masyarakat, juga pesantren itu sendiri,” kata Wapres saat membuka Rakernas Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, Santri Digital Fest, di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (24/1).

Menurutnya, revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan besar dalam tatanan masyarakat di segala lini. Karena itu, pentingnya mendorong terus menerus kreativitas yang strategis dan dinamis  dan penekanan agar santri dan pelajar benar-benar memahami tren digital saat ini.

Menurut dia, Program One Pesantrem One Product (OPOP) Jatim juga berintikan kolaborasi. Pilarnya adalah sinergi antara koperasi pondok pesantren, forum bisnis, pengusaha alumni pesantren, dan Kantor Dagang Indonesia (Kadin).

Ekosistem pengembangan OPOP menggunakan metode antara lain training, mentoring, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi permodalan. OPOP Training Center telah didirikan di Universitas NU Surabaya (UNUSA). Jaringan program ini tediri kementerian, BUMN,  perusahaan swasta, organisasi internasional, dan lembaga pendidikan.

“Selain Jawa Timur, program OPOP juga berkembang dinamis di Jawa Barat sejak 2018,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Koperasi, Teten Masduki, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, berpesan agar anak muda tak terkecuali kader IPPNU  berhati-hati berada di zaman post truth siapapun harus miliki kewaspadaan luarbiasa.

Dalam industri e commerce, Khofifah mengetahui peta kompetisi luarbiasa dengan membanjirnya produk luar negeri. Dirinya mengajak santri dan pesantren menghadapi persaingan ketat dan beradaptasi dengan percepatan teknologi.

Dia menyebut gempuran pasar online turut berdampak pada ketidaksiapan sejumlah industri di Jatim dengan penurunan omzet sebagaimana kasus di sentra tas Tanggulangin.

“Saya ingin  mengajak mereka bangkit. Kita ingin Wapres memotivasi IPPNU dengan potensi luar biasa, harapannya tumbuh Nahdlatut Tujjar, baik online atau onffline dengan sinergitas dan semangat NKRI harga mati,” kata dia.

Diketahui, Ketum IPPNU Nurul Hidayati Ummah, mengatakan Rakernas kali ini yang mengangkat tema “Santri Goes beyod Digital Society” kali ini akan membahas sejumlah isu strategis terutama penguatan pengkaderan dan kaderasisasi di internal organisasi.

Rakernas yang dihadiri 30 pimpinan wilayah dari Sabang sampai Merauke ini, kata dia, juga akan merumuskan kebijakan aplikatif di tingkat pimpinan pusat hingga ranting komisariat. Dalam kegiatan ini juga dihelat Gelar Karya Santri, menghadirkan karya-karya santri yang tergabung dalam program OPOP.

“Hal ini sebagai wujud kepedulian IPPNU terhadap santri yang memiliki karya luar baisa di era digital,” ujarnya.(jpc)

Loading...

You Might Also Like