RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya


PALANGKA RAYA - Pengadaan barang lift pasien di RSUD dr Doris Sylvanus gagal tiga kali selama anggaran 2019 lalu. Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menegaskan akan melaksanakan kembali lelang yang gagal tersebut pada 2020 ini.

Diungkapkannya, tidak adanya peminat terhadap pengadaan barang tersebut perlu dilakukan verifikasi harga pasar secara umum sebagai gambaran. Padahal, lift tersebut merupakan alat penunjang karena bangunan di RSUD saat sudah berlantai tiga dan tidak dapat digunakan apabila tidak ada akses lift.

“Apalagi lantai tiga itu akan digunakan untuk ruang pasien, sehingga membutuhkan lift karena tidak memungkinkan apabila pasien harus naik tangga,” ungkapnya di Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (21/1).

Sementara itu, Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Yayu Indriaty mengatakan, memang betul pada 2019 lalu pihaknya menganggarkan pengadaan barang yakni lift pasien. Tetapi, setelah ditawarkan sudah tiga kali berproses tetapi pada akhirnya tidak ada tindaklanjut dari peminat alias gagal.

“Kamis sudah tiga kali proses lelang sampai Oktober 2019 lalu, tetapi ketika kami seriusin dengan memanggil peminat tersebut mereka tidak hadir dan ini menjadi kendala kami dalam pengadaan barang di 2019 lalu,” katanya saat diwawancarai di tempat yang sama.

Pihaknya mengaku sudah melakukan evaluasi terkait gagalnya pengadaan lift pasien tersebut, tidak ditemukan permasalahan pasti alasan gagal lelang tersebut. apabila dikatakan anggaran tidak sesuai pihaknya mengaku bahwa harga sudah menyesuaikan harga perkiraan biaya.

“Mungkin karena lift pasien ini besar dan berbeda dengan lift orang, sehingga sedikit sulit. Pada 2020 ini kami anggarkan kembali dan sudah masuk pada DPA 2020 ini, kami langsung memulai di awal tahun ini dengan menambah sedikit dana, lebih dari 2019 lalu,” katanya kepada media.

Padahal, lanjutnya, lift pasien ini dianggap mendesak karena memang tidak dapat menggunakan ruang di lantai tiga karena tidak memiliki fasilitas untuk menggunakan ruangan itu. Apabila sudah ada fasilitas lift maka dapat mengurai kebutuhan tempat tidur rawat inap pasien di RSUD.

“Karena ruang rawat inap di sini memang kurang karena selama ini pasien banyak tertahan di ruang gawat darurat sambil menunggu pasien lainnya pulang,” pungkasnya. (abw/ram/nto)

Loading...

You Might Also Like