Anggota Dewan Komisioner OJK Tirta Segara


PALANGKA RAYA - Inventasi bodong atau ilegal dengan metode simpan pinjam online saat ini merajai pasar. Pada 2019 lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup sekitar 1.500 investasi simpan pinjam secara online.

"Pengawasan investasi bodong, kami lakukan secara terus menerus. Kami di OJK ada semacam patroli terhadap investasi bodong melalui online," kata Dewan Komisioner OJK Tirta Segara di Palangka Raya, Senin (20/1/2020).

Dia mengatakan, berdasarkan data, pada tahun 2019 lalu OJK telah memblokir atau menutup seribu lebih investasi bodong. "Tahun 2019 kami sudah menutup fintech pinjaman online hampir 1.500. Jadi setiap bulan kami menutup lebih 100 investasi bodong dengan sistem online," ucapnya.

Dia meminta agar masyarakat Kalteng berhati-hati terkait simpan pinjam online. Dia menyarankan agar masyarakat berkonsultasi dengan OJK, jika ingin ikut dalam investasi.

"Kami meminta masyarakat kalo berhubungan dengan peminjaman online itu cek ke OJK dulu. Identifikasi legal atau tidaknya bisa cek di OJK dan terdaftar atau tidaknya," ujarnya.

Menurutnya, jika tidak hati-hati maka kemungkinan akan rugi cukup besar.  Sebab, lembaga yang tidak terdaftar tidak diawasi oleh OJK. "Kami imbau masyarakat berhubungan dengan peminjaman oline yang terdaftar. Sekarang ada 160 lembaga fintech yang terdaftar," pungkasnya. (arj/nto)

Loading...

You Might Also Like