Gubernur Kalteng (kaos hijau) menyapa warga sekitar saat kunjungan ke Kabupaten Katingan, Minggu (19/1). (Foto: Humas)


PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menganggarkan dana tak terduga mencapai Rp20 miliar. Dana itu termasuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di 2020 ini.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyebutkan dana tersebut dianggarkan hanya untuk keperluanPemprov saja.

Tetapi, pihaknya menyebut tidak menutup kemungkinan dana itu juga akan disalurkan kepada kabupaten/kota yang dianggap memerlukan dana bantuan dari Pemprov Kalteng. Lantaran, untuk daerah sendiri sudah memiliki anggaran yang masuk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing.

“Dana Rp20 miliar itu kami anggarkan untuk kesiapsiagaan adanya bencana pada 2020, untuk kabupaten/kota mereka memiliki anggaran sendiri di APBDnya, tetapi tidak menutup kemungkinan dana dari provinsi juga akan masuk nantinya,” kata Sugianto di Kantor Gubernur Kalteng, belum lama ini.

Diungkapkannya, untuk kabupaten/kota sudah ada beberapa yang menganggarkan dengan dana yang cukup besar capai Rp2 hingga Rp3 miliar. Tetapi, pihaknya menyebut agar angka itu masih bisa ditingkatkan lagi mencapai Rp5 miliar.

“Kabupaten/kota jangan hanya bergantung pada provinsi atau pusat, apalagi daerah yang memiliki dampak karhutla setiap tahunnya,” ungkapnya, kepada awak media.

Misal saja, lanjutnya, Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) merupakan kabupaten/kota yang memiliki rentetan cerita karhutla yang selalu terjadi setiap tahunnya. “Saya berharap daerah-daerah tersebut dapat anggarkan dana tak terduga semaksimal mungkin,” tegasnya.

Selain itu, Sugianto menegaskan agar pencegahan karhutla di 2020 ini lebih siap dari tahun-tahun sebelumnya. Jangan sampai, lanjutnya, ketika sudah terjadi kebakaran dan hotspot menyebar baru dilakukan tindakan. “Saya minta dua atau tiga bulan sebelum musim kemarau sudah dilakukan tindakan untuk pencegahan karhutla di 2020 ini,” ucap Sugianto.

Orang nomor satu di Kalteng ini menyebutkan bahwa dalam pencegahan karhutla ini tidak dapat dilakukan oleh salah satu atau beberapa pihak saja. Melainkan, perlu libatkan beberapa tokoh seperti kepala desa, tokoh adat, masyarakat peduli api (MPA), TNI, Polri dan masyarakat secara umum.

“Mereka (pihak-pihak,red) tersebut harus menyatu dalam rangka menyosialisasikan pencegahan karhutla di 2020 ini,” pungkasnya. (abw/ari/nto)

12

Editor :
Reporter :