Ilustrasi. (foto: net)


PALANGKA RAYA - Permasalahan stunting masih menjadi isu strategis yang harus segera diselesaikan.  Tujuannya agar generasi-generasi Kalteng mampu berdaya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, kualitas generasi Kalteng ke depan sangat dipengaruhi oleh bagaimana kondisi anak saat lahir hingga masa pertumbuhannya. Dengan demikian, kondisi anak yang sehat maka akan menghasilkan generasi yang berkualitas.

“Ke depan generasi muda Kalteng inilah yang akan menggantikan para pejabat dan pemimpin saat ini dan mereka pulalah, yang akan melanjutkan pembangunan di Bumi Tambun Bungai ini,” katanya saat menyampaikan sambutan pada pelantikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kalteng di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (20/1).

Diungkapkannya, secara keseluruhan Kalteng memang menduduki peringkat kelima pada 2019 lalu terhadap isu stunting. Tetapi, ada kabupaten yang lebih ekstrem lagi berkenaan dengan angka stunting di daerahnya seperti Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Satu kabupaten ini (Kotim) angka stunting mencapai 40 persen lebih, artinya hampir separuh dari angka kelahiran mengalami stunting,” ungkapnya kepada awak media.

Untuk itu, lanjutnya, perlu penanggulangan intens terhadap hal ini seperti gencar menyosialisasikan kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi. Termasuk, melakukan monitoring dan pengawasan bagaimana langkah-langkah itu berjalan di lapangan. “Jadi perlu ada pula monitoring pengawasan seribu hari kehidupan pertama, ini penting supaya nanti Kalteng mampu ciptakan SDM unggul,” pungkasnya. (abw/ari/nto)

1

Editor :
Reporter :