Iqbal Reza Erlanda (kanan) menyerahkan dua hewan langka, tenggiling yang tidak sengaja ditemukan di Kelurahan Jingah oleh warga, Jum'at (17/1). (FADLI/KALTENG POS)


MUARA TEWEH- Tenggiling merupakan hewan yang dilindungi. Keberadaannya sudah sangat jarang ditemukan. Bahkan tidak jarang hewan ini diburu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, untuk diperjualbelikan.

Saat membersihkan lahan menggunakan alat berat di Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, ditemukan oleh operator, Firman yang sewaktu itu membersihkan lahan, pada pukul 15.55 WIB, Jum'at (17/1). Ia melihat hewan langka tersebut dan memanggil beberapa orang di lokasi, meminta bantuan untuk menangkapnya. Anak dan indukan tenggiling pun berhasil ditangkap, dan sudah dimasukkan ke dalam karung.

Anggota DPRD Batara, Iqbal Reza Erlanda yang kebetulan berada di lokasi tersebut pun mendatanginya. Ia lalu menjelaskan kepada warga bahwa ini tidak boleh dibunuh dan diperjualbelikan. Sebab, hewan tenggiling dilindungi oleh pemerintah.

"Kebetulan saya berada di sekitar lokasi dan melihat hewan ini sudah ditangkap. Lalu saya amankan terlebih dahulu, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Lalu, menghubungi pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Kalteng yang berada di Muara Teweh," jelas Iqbal.

Tenggiling yang sudah diamankan di rumah Iqbal, sempat menjadi bahan tontonan masyarakat sekitar. Karena selama ini mereka hanya mengetahui nama dan melihat dari fotonya saja. Tidak berselang lama kemudian setelah pihak BKSDA ditelepon, sekitar pukul 16.45 WIB, pihaknya pun datang untuk menjemput.

"Saya mengajak kepada masyarakat, untuk tidak memburu dan mempererjual belikan hewan-hewan yang dilindungi. Seandainya, ditemukan dengan tidak sengaja. Segera hubungi pihak BKSDA agar hewan tersebut bisa hidup bebas di alam, sehingga kelestariannya tetap terjaga," katanya.

Ricardus Mayoni, polisi hutan yang ditugaskan untuk melakukan penjemputan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Iqbal yang sudah menginformasikan kepada mereka. "Rencananya, setelah diperiksa kesehatan, akan dibebaskan kembali ke alam bebas. Tidak bisa ditahan lama-lama, karena ditemukan secara liar. Beda halnya jika hewan ini merupakan hewan peliharaan," jelasnya.

Sementara Firman, yang melihat dan menemukan pertama kali hewan tersebut menjelaskan bahwa dirinya juga terkejut melihat indukan tenggiling dan anaknya sewaktu membersihkan lahan. Oleh karenanya, ia memanggil warga sekitar untuk membantu menangkapnya.

"Ketika membersihkan lahan, saya melihat dua ekor tenggiling ini. Beruntung tidak tertindas, dan langsung saya hentikan mesin. Untuk berusaha mengamankannya," katanya.

Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa Iqbal saat itu kebetulan berada di lokasi dan meminta hewan tersebut untuk diserahkan kepada pihak BKSDA, karena katanya hewan itu dilindungi undang-undang.(adl/ram).

Loading...

You Might Also Like