Nur Aini penyepuh emas saat beraktivitas di Pasar Besar, kemarin (18/1). (AGUS JAYA/KALTENG POS)


Usaha menyepuh perhiasan tradisional masih menjanjikan. Setidaknya sekitar 50 warga berprofesi sebagai penyepuh perhiasan emas dan perak di Kompleks Pasar Besar Jalan Jawa Palangka Raya.

 

AGUS JAYA, Palangka Raya

 

SIANG itu di lapak nya yang sederhana Nur Aini tampak tekun membersihkan sepotong cincin milik pelanggannya. Pria 60 tahun itu dengan teliti dan perlahan menggosok cincin emas hingga terlihat bersih dan mengkilat. Bermodal bahan deterjen alami yakni air emas yang di campur dengan buah klerak, Nur Aini biasa membersihkan potongan cincin, gelang atau kalung milik orang orang yang ingin perhiasannya terlihat mengkilat seperti baru.

Ini busa dari buah klerak untuk ngebersihinnya supaya mengkilat, kalau pake sabun kurang (mengkilat) selain itu tangan bisa luka,” kata  Nur Aini menjelaskan.

Menurut laki laki yang mengaku sudah 35 tahun bekerja sebagai penyepuh emas di Kompleks Pasar Besar ini, keterampilannya menyepuh perhiasan emas dan perak di perolehnya  dari kota  Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Ilmunya di dapat dari kawan  di Martapura dahulukan martapura itu ada tempat khusus jadi juga sambil lihat lihat,” cerita Nur Aini lagi.

Menurut pria asal Banjarmasin ini untuk biaya untuk menyepuh dan membersihkan sepotong cincin emas di tempatnya berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, sedangkan untuk perhiasan kalung atau gelang tergantung dari ukuran gelang dan kalung itu sendiri.

Sedangkan pendapatan yang didapat dari menyepuh perhiasan emas tidak menentu. Kadang Nur Aini bisa mendapat Rp 150 ribuan  tergantung banyaknya orang yang dilayani. “Kalau masalah pendapatan itu tidak menentu kadang bisa lebih, bisa juga kurang,” tuturnya.

Mungkin sekarang kita yang tertuanya di sini,” tambahnya.

Menurut keterangan Nur Aini di Kompleks Pasar Besar tersebut diperkirakan ada sekitar  50 orang  yang  bekerja sebagai penyepuh dan pembersih perhiasan emas dan perak. Sebagian besar penyepuh emas tersebut bekerja mandiri  namun ada juga beberapa yang bekerja toko toko penjual perhiasan emas di sekitar Jalan Jawa itu. Sebagian besar mereka berasal dari Kalsel.

Dia juga menambahkan sejak dahulu kompleks di Jalan Jawa sendiri memang dikenal sebagai pusat penjualan perhiasan emas di Kota Cantik Palangka Raya juga tempat para  penyepuh emas berkumpul.

Adapun bahan bahan utama yang di gunakan Nur Aini untuk menyepuh dan membersihkan perhiasan emas antara lain air mineral, air sepuhan emas, dan buah klerak dan adaptor atau batu baterai. Untuk Air sepuhan emas sendiri  biasanya dibeli dengan harga Rp720 ribu perbotolnya. Sedangkan untuk  buah klerak dibeli dengan harga Rp81 ribu perkilogramnya.

Sementara itu menurut Basri seorang  penyepuh emas lain yang juga membuka lapak tidak jauh dari lapak Nur Aini untuk biaya menyapuh perhiasan emas memang lebih menguntungkan jika dilakukan dalam jumlah banyak.

Kalau sekaligus banyak termurah, karena hemat banyu amasnya jadi temurah pula ongkosnya,” kata Basri dalam bahasa Banjar yang kental.

Dia juga menambahkan dalam menyepuh dan membersihkan emas antara jenis emas 24, emas  Itali dan 99 itu berbeda beda caranya agar perhiasan perhiaan  tersebut terlihat cemerlang.

Itu lain lain  caranya, ada yang  harus pakai  pembersih karat,” katanya.

Menurut Basri lagi, usaha penyepuhan emas biasanya ramai saat musim mendekati hari raya atau hari raya haji. “Kalau pas teparak (dekat) hari raya, itu yang terbanyak biasanya orang datang minta di barsihkan emasnya” ujar Basri lagi.

Sementara itu saat  ditanya mengenai pengaruh naiknya harga emas saat ini terhadap usaha penyepuhan perhiasan emas di tempatnya, baik Basri maupun Nur Aini mengaku tidak ada pengaruhnya sama sekali.

Seperti hari hari biasa aja kadada (tidak ada) pengaruhnya,” jawab Basri bekerja sebagai penyepuh emas sejak 1986 itu  sambil tersenyum.

Baik Nur Aini maupun Basri sama sama mengaku ketrampilan dan usaha  menyapuh emas yang di kerjaka mereka selama  ini tidak ada di teruskan kepada anak atau  cucu mereka.

Tidak ada yang yang meneruskan, sekarang ini sudah pikirannya, mereka banyak yang berdagang semua,” ujar Basri yang mengaku sudah memiliki 12 orang cucu

Sementara itu menurut Erma salah seorang konsumen yang kebetulan datang ke tempat itu menuturkan, dirinya sengaja datang ke jasa penyepuh emas dengan membawa perhiasan  perhiasan emas yang di milikinya agar terlihat mengkilat.

Baru sekali ini membersihkan emas, tadi ongkos semuanya Rp80 ribu” ujar perempuan berwajah cantik ini yang mengaku datang dari Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

Sementara itu menurut  Halisah pemilik toko perhiasan emas Sinar Surya menerangkan, saat harga emas naik seperti sekarang ini jarang ada pemilik perhiasan emas  yang menjual perhiasan emas ke toko emasnya .

Kalau waktu emas naik macam sekarang ini, orang yang berjual emas kurang karena orang kan  tidak  bisa beli lagi karena harganya naik, jadi  orang sekarang  banyak memilih menyimpan atau menabunglah,terang perempuan berjilbab ini.

Halisah menjelaskan untuk saat ini jenis perhiasan emas yang banyak di cari orang di toko toko emas saat ini adalah perhiasan emas 99. “Emas 99 itu bagus emasnya makanya mahal harganya,” pungkas Halisah. (sja/ala)

Loading...

You Might Also Like