MALANG-Menapaki Liga 1 2020 kali ini Arema FC tidak hanya ingin ganti gaya bermain. Dari ala Eropa Timur di bawah pelatih Milomir Seslija berganti dengan ala Amerika Latin di bawah pelatih Roberto Carlos Mario Gomez.

Namun, lebih jauh lagi Singo Edan di era saat ini ingin lebih punya determinasi. Karena itu, restrukturisasi di skuad kali ini cukup besar. Sederet nama pemain yang masuk pun adalah pemain muda.

”Sejumlah nama yang kami rekrut salah satu pertimbangannya adalah mereka pemain berkarakter,” ujar Asisten Pelatih Arema FC Charis Yulianto. Maksudnya, pemain yang mau bekerja sepenuh hati untuk tim, serta tidak takut berduel dengan lawan.

Atau bisa dikatakan para pemain selalu bermain ngeyel dan ngotot, seperti marwah Arema dulu. Yang terkenal bermain dengan karakter Malangan. Alasan itulah yang sepertinya membuat Arema FC mengisi skuad kali ini dengan sederet ”the young guns”.

Charis berharap kalau spirit pemain muda ini bisa mengimplementasikan gaya main seperti itu. Seperti diketahui, beberapa nama yang masuk saat ini adalah pemain dengan usia di bawah 30 tahun.

Di antaranya, Ganjar Mukti, 25, Bagas Adi Nugroho, 22, Nur Diansyah, 21, Syaiful Indra Cahya, 27, Dave Mustaine, 27, Kushedya Yudo, 26, Aji Saka, 19, bahkan untuk pemain asing berposisi sebagai defender usia masih 26 tahun.

Sosok tersebut melengkapi sederet pemain muda yang masih dipertahankan. Seperti Hanif Sjahbandi, 22, Dedik Setiawan, 25, Jayus Hariono, 21, Kurniawan Kartika Aji, 23, sampai Ridwan Tawainella, 24.

Diakui General Manager Arema FC Ruddy Widodo, Pelatih Anyar Arema FC Roberto Mario Carlos Gomez menginginkan kriteria pemain yang all-out setiap kali bermain. ”Kriteria pemain baru yang dicari Gomez itu yang mau bekerja keras,” ucap pria berusia 48 tahun itu.

Lebih lanjut, demi menunjang kerja ekstra para penggawa di dalam lapangan, Arema FC menambah pelatih fisik Marcos Gonzalez. Selain itu, dengan kompetisi pemain yang masuk dan yang bertahan tersebut, kualitas mereka tidak beda jauh.

Karena itu, jika ada pemain absen masih ada opsi pemain lain. ”(Sebab) di setiap posisi selalu diisi minimal 2 sampai 3 pemain (inti dan pelapis), agar keseimbangan di setiap posisi tetap kuat,” jelas Charis.(jpg)

12

Editor :
Reporter :