Ilustrasi aktivitas MCK warga di sungai. (foto: net)


KASONGAN–Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Katingan, pada tahun 2020 mendatang, Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan dari hulu hingga hilir, dengan panjang sekitar 650 KM bebas jamban. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan dr Robertus Pamuryanto kepada sejumlah wartawan, Jumat (13/12).

Diungkapkan Robertus, mereka sudah menyebarkan surat edaran (SE) kepada masyarakat di 13 wilayah kecamatan se-Kabupaten Katingan. Mereka minta semua jamban yang dibangun oleh masyarakat di lanting-lanting atau di tepi sungai, agar dibongkar dan dibangun di daratan dengan menggunakan penampung kotoran.

"Namun sebelum pembongkaran kami berharap kepada semua kepada desa agar memberikan tenggang waktu kepada masyarakatnya untuk melakukan pembongkaran sendiri. Disamping itu, berikanlah waktu kepada masyarakat untuk membangun dulu jamban di sekitar rumahnya sendiri. Setelah terbangun, baru dilakukan pembongkaran jamban yang dilanting. Sebab, tidak semua penduduk memiliki jamban di rumahnya,” ujar Robertus.

Kemudian, jika belum memiliki jamban sendiri di rumahnya, dirinya berharap kepada masing-masing kades agar membangun jamban umum di lahan desa. Tentunya dengan menggunakan Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD).

“Hal ini diperbolehkan sepanjang ada kesepakatan dengan masyarakat setempat,” terangnya.

Pembebasan jamban dari DAS Katingan ini, ujarnya, tidak lain untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan yang sehat dan ramah lingkungan. "Sehingga masyarakat dapat hidup dengan sehat," tandasnya.(eri/ila/nto)

Loading...

You Might Also Like