Pelaku pemenggalan kepala di Katingan A(35), saat digiring menuju ruangan Kabidhumas Polda Kalteng. Kini ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.


PALANGKA RAYA - Atas perbuatan kejinya, pelaku pemenggalan kepala di Katingan sekarang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tidak punya rasa iba, A(35) tega membunuh Toni (12) yang masih duduk dikelas 5 SD di SDN 1 Tumbang Mahup. Motif pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku dikarenakan kelainan seks.

Menurut Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah, ketika dimintai keterangan, pelaku mengaku kepada kepolisian kronologi dari ia bertemu dengan korban, membunuh korban, hingga saat melakukan aksi bejatnya.

"Saat kita mintai keterangan, pelaku secara panik membunuh korban karena gairah seksual yang dimilikinya. Ia memisahkan kepala dari badan kemungkinan ingin menghilangkan jejak," ujarnya. Selasa (10/12).

Kini, pria berprofesi sebagai pencari kayu tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dia terancam meninggalkan keluarganya yaitu istri dan ketiga anaknya dalam masa hukuman dipenjara dengan ancaman seumur hidup hingga hingga hukuman mati.

Diwaktu yang sama, Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan menuturkan,  pasal yang dikenakan kepada pelaku pembunuhan sekaligus pelaku cabul tersebut.

"Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dimana A kita kenakan Pasal 340 KUHP dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," ucapnya.

Hendra juga merinci pada Pasal 340 KUHP disebutkan bahwa barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. Selama waktu tertentu atau penjara selama 20 tahun. (ard)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like


Lowongan kerja Kalimantan Tengah, Jooble
jooble