Petugas Ditjen Bea Cukai menunjukkan barang bukti motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diselundupkan menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)


Kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton tidak hanya menyeret nama mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara. Namun, Menteri BUMN Erick Thohir juga dikabarkan memberhentikan 3 direktur lainnya, yang diduga terlibat langsung maupun tidak langsung kasus tersebut.

Terkait itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, meskipun ada kasus hukum yang menjerat para petinggi Garuda, dia memastikan operasional penerbangan akan tetap terjaga. BUMN tengah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk membahas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita sedang koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara. Kita pastikan tidak terganggu operasional. Makanya kita belum putuskan dulu,” kata Kartika di Balaikota Jakarta, Senin (9/12).

Namun, dia memastikan pengusutan kasus penyelundupan ini akan terus dilakukan hingga tuntas. “Kami yakinkan kami akan lakukan investigasi dan menggunakan koridor hukum dan memastikan keselamatan penumpang tetap terjaga,” tegas Kartika.

Sebelumnya, penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dipastikan tidak hanya berujung pada pencopotan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara). Kementerian BUMN dan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia menegaskan bakal memberhentikan semua direktur yang terlibat.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah pertemuan antara Menteri BUMN Erick Thohir dan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia kemarin (7/12). Pencopotan dilakukan setelah komite audit selesai melakukan pendalaman.

Selain Ari Ashkara, dalam manifes penumpang pesawat tersebut memang ada nama direksi Garuda. Yakni, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Bisnis Mohammad Iqbal, serta Direktur Human Capital Heri Akhyar. Ada juga Aircraft Maintenance Planner Garuda Indonesia Nova Wijayanti P.

Dugaan yang mengarah kepada pemecatan tiga direktur yang terbang bersama Ari Askhara itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga membeberkan, sebenarnya direksi Garuda Indonesia tersebut terbang ke Prancis untuk menjemput pesawat belum seizin Kementerian BUMN. ”Keempat direktur ini kalau menurut komite audit yang ditandatangani komisaris Garuda, tidak mendapat izin dinas dari Kementerian BUMN. Jadi, belum ada izin dari Kementerian BUMN,” ungkap Arya.(jpc)

 

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like